0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiga Bersaudara Ini Tega Bunuh Kakek, Nenek, dan Cucunya

merdeka.com

Ilustrasi Pembunuhan

Timlo.net — Polisi menggelar prarekonstruksi kasus pembunuhan pasangan kakek-nenek dan cucunya di Jalan Sei Padang No 143, Medan, Senin (2/11). Tiga tersangka melakukan adegan demi adegan tindak pidana yang dilatarbelakangi perampokan itu.

Tiga bersaudara yakni Lanang alias Nanang (19) bersama dua abangnya Yoga (21) dan Rori (24) melakukan perampokan disertai pembunuhan sadis pada Jumat (23/10) siang. Saat itu mereka menghabisi pasangan Mochtar Yakoob (70) dan istrinya Nurhayati alias Yati (67) serta cucu mereka Sadik alias Andika (7). Diketahui, ibu ketiga pelaku merupakan pembantu di rumah korban.

“Hari ini kita melakukan prarekonstruksi. Tersangka melakukan 29 adegan,” kata Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto.

Prarekonstruksi itu dimulai dari tersangka Rori mengetuk pintu garasi rumah korban. Pintu dibukakan Nurhayati yang sudah mengenal pemuda itu karena pernah dua kali dibawa ibunya bekerja di sana.

Awalnya, Rori mengaku ingin meminta dan mengambil kayu di belakang rumah. Alasannya ingin membuat kandang ayam.

Saat Nurhayati mengantar mereka, Lanang menikamnya dari belakang. Pelaku lalu menggedor pintu belakang. Mochtar yang membuka pintu langsung dipiting Yoga. Rori kemudian menikamnya hingga 9 kali, termasuk di leher dan dada bagian jantungnya.

Perbuatan sadis itu dilihat Sadik. Pelaku kemudian juga tega membunuh siswa kelas 1 SD itu. Setelah membunuh ketiga korban dan sempat menyeret jenazahnya, para pelaku mengambil barang berharga milik korban. Selanjutnya ketiga pelaku kabur menggunakan sepeda motor.

Di sela prarekonstruksi ini, ketiga pelaku sempat dipertemukan dengan keluarga korban. “Dipertemukan dengan tersangka karena ada beberapa benda yang hilang, keluarga mempertanyakannya. Namun tersangka tidak mengaku mengambilnya,” jelas Mardiaz.

Setelah prarekonstruksi, polisi juga menyerahkan kembali rumah yang menjadi tempat kejadian perkara ke pihak keluarga. Garis polisi pun mulai dibuka.

Meski rekonstruksi berlangsung di dalam rumah, warga sekitar antusias menonton dari sekitar rumah korban. Mereka bahkan bertahan meskipun hujan deras melanda kawasan itu.

[noe]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge