0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dispertan Janjikan Pengawasan Kesehatan Anjing

timlo.net/daryono

Salah satu warung yang menjual daging anjing di Solo

Solo — Dinas Pertanian (Dispertan) Solo siap melakukan pengawasan kesehatan anjing di Solo. Namun demikian, pengawasan hanya menyangku kesehatan anjing, bukan peredaran daging anjing. Hal ini menyusulnya batalnya pengawasan daging anjing dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan.

“Kita lebih ke pengawasan dan pencegahan penyakit menular pada anjing. Jadi, bukan pengawasan daging anjing. Fokusnya pada kesehatan anjingnya,” kata Kepala Diaspertan Solo, Weny Ekayanti kepada wartawan, Minggu (1/11).

Menurut Weny, dengan tidak masuknya pengawasan daging anjing dalam Raperda, Dispertan tidak bisa melakukan kontrol langsung pada peredaran daging anjing. Terlebih, anjing bukanlah kategori hewan ternak.

“Kalau pengawasan daging anjing kan belum diatur. Tidak ada regulasi yang mengaturnya karena bukan hewan ternak. Kita juga tidak bisa mengatur penyembelihannya karena landasan hukumnya juga tidak ada,” ujar dia.

Pihaknya sebenarnya selama ini sudah melakukan pemeriksaan kesehatan anjing. Hanya saja, pemeriksaan selama ini lebih kepada anjing-anjing yang dipelihara.

Kedepan, pemeriksaan akan lebih diperlebar kepada anjing-anjing yang akan dikonsumsi. Anjing-anjing yang akan dijadikan konsumsi harus menyertakan dokumen sehat dari instansi tempat anjing berasal.

“Kebanyakan daging anjing yang dikonsumsi di Solo ini kan dagingnya berasal dari Jawa Barat. Kita inginnya dari asalnya ada dokumen yang menyatakan anjing itu bebas rabies,” tutur dia.

Di sisi lain, Weny mengajak masyarakat untuk tidak mengkonsumsi daging anjing. Meskipun sejauh ini di Solo juga belum ditemukan penyakit rabies pada anjing.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge