0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Celeng Turun Gunung, Petani Giriwoyo Bingung

Pemburu berhasil menangkap celeng yang menyerang tanaman milik warga Giriwoyo, Wionogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Warga Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri belakangan ini mengaku resah. Pasalnya kawanan babi hutan atau biasa disebut celeng turun gunung menggasak tanaman milik warga sekitar. Warga menduga, hal itu terjadi lantaran kondisi pegunungan yang mengering akibat musim kemarau.

“Benar, tapi kawanan babi hutan itu menyerang tanaman petani yang berada jauh dari pemukiman, seperti lahan tegalan yang berada di bawah pegunungan,” ungkap Sabar, warga Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Rabu (19/8).

Menurutnya, tanaman milik petani, berupa jagung singkong dan padi gogo ludes diserang kawanan babi hutan di saat malam hari.

“Yang paling banyak populasinya itu di Dusun Mering, tapi juga ada beberapa yang menyerang di Dusun Bulu, Pidekso, Prengguk. bahkan di Desa Tirtosworo dan Sejati pun diserang kawanan celeng,” ujarnya.

Dikatakan, keresahan warga terjadi sejak dua bulan belakangan ini. Petani telah berjaga-jaga di areal tegalan miliknya dengan bantuan anjing untuk mengusir celeng-celeng tersebut.

“Biasanya mereka datang berkelompok. Tapi kalau tanaman lain seperti empon-empon malah aman, celeng-celeng itu nggak doyan,” jelasnya.

Diparkan, selain dihalau menggunakan anjing, banyak juga para pemburu yang berasal dari Solo sering nyanggong di beberapa areal hutan di bawah kaki pegunungan seribu itu.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Pidekso Sutiman membenarkan, kawanan celeng tersebut sudah meresahkan warga, khususnya para petani. Pasalnya, tanaman milik warga hampir dipanen namun diserang celeng. Kerugian jika dihitung mencapai ratusan ribu.

“Saat ini kan musim panen singkong tapi banyak yang dirusak celeng sehingga panen tidak maksimal. Padahal sudah dijaga, berhubung luas lahan, kawanan celeng nekat mencurinya,”jelasnya.

Ditambahkan, selain kawanan babi hutan, juga ada hewan lain yang sifatnya mengganggu tanaman warga, yakni hewan landak dan kawanan kera. “Kalau malam hari musuhnya celeng, siangnya kera, Mas,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge