0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Susah, Ajak Pengusaha Bus Wonogiri Jadi Profesional

timlo.net/tarmuji

Agen penjualan tiket bus malam di Terminal Giri Adipura

Wonogiri — Sampai saat ini, pegusaha otobus di Wonogiri belum memiliki badan hukum, apalagi perseroan terbatas. Padahal, dengan hal itu dapat menaikkan derajat profesionalisme pengusaha transportasi. Supaya bisa bersaing dan mengikuti perkembangan jaman. Sehingga bisnis transportasi bakal menggeliat kembali.

“Jika perusahaan transportasi sudah berbadan hukum, minimal koperasi, akan mudah untuk mengikuti lelang jasa angkutan mudik gratis, ” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Wonogiri Ismiyanto, Minggu (9/8).

Dikatakan, dalam program mudik gratis Lebaran kemarin, pemerintah pusat melelangkan bus yang akan digunakan sebagai armadanya. Tapi ada syarat mutlak yang harus dipenuhi perusahaan bus sebelum mengikuti lelang. Yakni harus berbadan hukum. Sayang, perusahaan di Wonogiri terlalu jarang yang telah berbadan hukum.

“Yang menang lelang adalah perusahaan kelas kakap non Wonogiri,” jelasnya.

Ditambahkan, saat ini dirinya mulai menggagas rancangan peraturan daerah (raperda) untuk memroteksi pengusaha transportasi Wonogiri. Diantaranya dengan mengawal pengusaha supaya bisa mendapatkan badan hukum, minimal koperasi.

“Draft raperdanya sudah kita godog dan kita matangkan regulasinya,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC Organda) Wonogiri, Edi Purwanto menegaskan, untuk mengembalikan kejayaan transportasi, bukan perkara mudah.

“Berat, masyarakat sendiri lebih suka menggunakan kendaraan pribadi daripada moda angkutan umum,” jelas Edi.

Dia juga menambahkan, masih banyak pengusaha yang belum memiliki badan hukum. Hal itu erat kaitannya dengan omset usaha yang kembang-kempis.

“Jika memang bertujuan untuk itu, draft raperda akan sangat kami dukung, ” tegasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge