0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kompass Desak Pemkab Terbitkan Perda ASI

Dukungan Pemberian ASI Eksklusif dari Komunitas Peduli Asi Sragen (Kompass) (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Komunitas Peduli Asi Sragen (Kompass) mendesak Pemkab Sragen segera mengajukan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Air Susu Ibu (ASI) dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Desakan itu bertujuan untuk mendukung wacana yang bakal menjadikan Sragen sebagai kota ramah ASI.

“Kami sangat berharap Pemkab Sragen segera mewujudkan Perda itu,” kata Ketua Kompass, Laily Novrida kepada wartawan, Jumat (22/5).

Sebagai langkah awal, pihaknya belum lama ini telah menggelar seminar Kesehatan Nasional bertajuk Tantangan Pemberian ASI Eksklusif bagi Ibu Bekerja di Pendopo Somanegaran Rumah Dinas Bupati. Tema tersebut diambil lantaran pemberian ASI eksklusif tantangannya sangat besar bagi ibu yang bekerja.

“Selama ini ibu kurang tahu atau bahkan tidak tahu akan pentingnya ASI eksklusif dan dampak negatif ketika bayi tidak disusui oleh ibunya. Sampai saat ini masih banyak bayi yang baru dilahirkan langsung diberi susu formula,” jelas Laily.

Menurutnya, bayi baru lahir seharusnya langsung diberi ASI minimal satu jam. Namun, faktanya banyak bayi baru lahir oleh rumah sakit langsung dipisahkan dari ibunya.

Tantangan lain dalam pemberian ASI eksklusif  bagi ibu bekerja, rata-rata cuti melahirkan maksimal hanya tiga bulan. Otomatis sebelum bayi berumur enam bulan sudah ditinggal bekerja lagi oleh ibunya.

“Apabila ditempat kerja juga tidak ada ruang khusus atau fasilitasnya, dipastikan ibu bekerja tak dapat memberikan ASI,” ujarnya.

Laily berharap dengan adanya dukungan Pemkab dalam pembuatan Perda bakal membantu untuk merealisasikan Sragen sebagai Kota Ramah ASI.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge