0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kisruh, Dana Hibah Pengcab Gantole Wonogiri Disoal

Ma'ruf Iranto (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Bertambah lagi kekisruhan di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Wonogiri. Setelah sebelumnya, 30 pengurus cabang olahraga (Cabor) KONI diperiksa secara maraton oleh Kejari Wonogiri, kini muncul kasus baru. Ma’ruf Iranto selaku Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Wonogiri menyoal  penggunaan dana hibah pengurus cabang (Pengcab) Gantole 2009-2013.

Penggunaan dana hibah selama empat tahun  pada cabang aero sport ini dinilai penuh dengan kejanggalan. Bahkan Ma’ruf menduga salah satu pengurus Gantole berinisial T terkait adanya unsur penipuan dalam SK kepengurusan Gantole.

“Tim Monitoring KONI yang diketuai Binpres menemukan penyimpangan dana hibah 2009-2013 yang sangat signifikan,” ujar Ma’Ruf saat ditemui wartawan di Wonokarto, Wonogiri, Kamis (30/4).

Dikatakan, Pengcab Gantole selama empat tahun mengambil dana hibah KONI untuk program Pelatihan Jangka Panjang (PJP). Namun, untuk tahun 2014 tidak mengambil dana hibah PJP. Dia menduga Pengcab Gantole sengaja tidak mengambil bantuan dana hibah KONI 2014 untuk menghilangkan jejak. Namun, saat ditanya besaran anggaran yang diselewengkan, dia enggan mengemukakan. Hanya saja, ia mengatakan,bahwa hasil monitoring, ditemukan fakta adanya dugaan penyimpangan dana dan penipuan SK. Menurutnya, dana hibah KONI 2009-2013 di tubuh Pengcab Gantole itu sudah diaudit BPK.

“Unsur penipuan di Pengcab Gantole diketahui dari kepengurusan Gantole yang disampaikan ke KONI untuk mencairkan dana hibah PJP ternyata tidak ada payung hukum berupa SK pengurusan. SK yang dilampirkan ternyata hanya surat tugas. Kami kaget ketika menanyakan kepada Ketua Bidang Organisasi KONI Wonogiri tidak ada SK kepengurusan Pengcab Gantole,” katanya.

Ma’ruf menambahkan, KONI menerima SK kepengurusan Pengcab Gantole untuk pengembangan olahraga Gantole dan sekaligus untuk mencairkan dana PJP persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII di Kaltim 2008 dan persiapan sebagai tuan rumah PON XVIII 2012 di Jateng. Tidak itu saja, bantuan hibah KONI dari Pemprov Jateng untuk PON di Banyumas yang kuota satu atlet, di-mark up menjadi tiga atlet, jadi dua atlet itu ilegal.

“Dana hibah PJP itu ternyata tidak digunakan setelah tim monitoring mengecek sendiri ke lokasi latihan dan mewawancarai salah satu atlet ternyata kegiatan pelatihan fiktif,” tandasnya sembari mengatakan dalam waktu dekat ini pihaknya bakal melaporkan ke Polres Wonogiri.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge