0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Akuntan yang Menginspirasi

Bernardus Dwisektiono (Timlo.net - Daryono)

Timlo.net – Tidak terbayang sebelumnya bagi Bernardus Dwisektiono untuk mengajar anak-anak Sekolah Dasar (SD). Sebagai Direktur Keuangan sekaligus Dosen, Bernard terbiasa mengajar mahasiswa.

Rasa penasaran mengajar anak-anak SD itulah yang membuat Bernard menerima tawaran Wiranti Hadinoto, kawan karibnya, untuk menjadi inspirator, sebutan bagi pengajar Kelas Inspirasi (KI), di Kelas Inspirasi Solo Meng-ajar di tahun 2014. Waktu itu, Bernard diminta membagi cerita kepada siswa SD tentang profesi dan pengalamannya sebagai akuntan.

KI merupakan salah satu kelas gerakan Solo Mengajar. Kelas ini mendatangkan beragam profesi. Tujuannya agar anak-anak mengenal berbagai macam profesi secara langsung dari pelakunya. Di Solo, KI dimulai tahun 2013.

Ketertarikan Bernard pada KI rupanya berlanjut hingga sekarang. Bahkan, tahun ini, lelaki kelahiran Pemalang, Desember 1972 ini ditunjuk sebagai Ketua Panitia KI Solo Mengajar 2015. Saat ini, ia pun sibuk menyiapkan KI yang rencananya digelar 11 Juni mendatang.

“Ketika ditawari mengisi KI itu, saya pikir mungkin untuk SMP. Ternyata SD. Wah, tambah challenging (tantang- an-red) ini,” katanya kepada TimloMagz, saat ditemui di rumahnya, Jl Pandan 8, Baturan, Colomadu, Karanganyar, baru-baru ini.

Mengajar anak SD memang menjadi tantangan tersendiri bagi Bernard. Maklum saja, selama kurang lebih 17 tahun, suami Yantuti Ria Siburian ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja sebagai akuntan.

Bernard mengawali karirnya sebagai akuntan di tahun 1996. Lulus Sarjana Ekonomi Akuntasi dari Universitas Para- hiyangan (Unpar) Bandung, Bernard bekerja sebagai akuntan di Pricewaterhouse Coopers, sebuah kantor Akuntan Publik di Jakarta. Berada di sana enam tahun, Bernard kemudian bergabung dengan perusahaan rokok Amerika, Philip Morris Indonesia sebagai Factory Finance Manager selama hampir tujuh tahun.

Selepas dari Philip Morris, Bernard bekerja sebagai Finance Director di PT Export Leaf Indonesia, anak perusahaan British American Tobacco, yang berlokasi di Jl Ahmad Yani, Kartasura, hingga sekarang.

Sambil bekerja, pada 2009, Bernard mengambil kuliah S2 di Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia. Ia pun lulus 2011 dan kemudian setiap akhir pekan mengampu mata kuliah Akuntansi Hotel di International Hotel Management School (IHS) Solo. Pada tahun 2013, Bernard mendapat penghargaan sebagai salah satu Indonesia Best Chief Financial Officer (CFO) dari majalah SWA.

Bernard berharap makin banyak orang menjadi inspirator di lingkungan sekitarnya. Tujuan pastinya agar anak-anak lebih terbuka wawasannya tentang beragam profesi dalam mencapai cita-cita.

“Menjadi inspirator tidak susah. Tidak harus di KI, bisa juga di lingkup terkecil,” pungkas bapak dua anak ini.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge