0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mantan Kakanwil Pajak Jadi Tersangka Pelecehan Seksual

(Ilustrasi) korban pelecehan seksual (dok.merdeka.com)

Solo — Penyidik Polresta Solo menaikkan status mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) II, BIS (62) menjadi tersangka. Penetapan ini, tak lepas dari kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan BIS terhadap salah seorang stafnya berinisial WR (38) pada tanggal 22 November 2012 silam.

“Sudah kami tetapkan tersangka,” kata Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Danu Pamungkas Totok kepada wartawan, Rabu (29/4) siang.

Pihaknya menetapkan tersangka setelah melakukan gelar perkara. Dari hasil tersebut, kata Kasat, ternyata memenuhi unsur-unsur yang disangkakan terhadap pelapor.

“Unsur dugaan pelecehan seksual telah terpenuhi dan terbukti dalam gelar perkara,” ungkap Kasat.

Sementara itu, penasehat hukum tersangka, Muh Natsir Adhi Kartika mengatakan, dalam kasus yang dihadapi kliennya ini, polisi harus bersikap profesional. Pasalnya, pihaknya juga melaporkan balik kepada WR dan suaminya berinisial  BY terkait pelanggaran UU ITE.

“Dalam kasus ini, polisi harus profesional, pasalnya WR kami laporkan telah melanggar UU ITE,  lantaran telah merekam aktivitas di ruang kerja klien saya tanpa seizinnya,” tandas Natsir.

Sebelumnya diberitakan, BY (42) bersama istrinya WR (38) warga Karangasem, Laweyan, Solo melaporkan BIS, mantan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jateng II ke Polresta Solo pada 1 September tahun lalu. BIS dilaporkan telah melakukan pelecehan terhaap WR yang saat ini bekerja sebagai Account Representatif Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Karanganyar itu dengan memeluk dan menciumnya secara paksa di ruang kerja BIS. Peristiwa tersebut terjadi sesaat sebelum WR meninggalkan ruang kerja BIS.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge