0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polresta Solo Bertekad Putus Jalur Distribusi Narkoba

Kapolresta Solo Kombes Pol Ahmad Luthfi didampingi Kasat Narkoba Solo, Kompol Kristiyono (paling kanan) saat rilis penangkapan dua pengguna Narkoba di Mapolresta Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pengungkapan kasus Narkoba di Kota Solo masih sebatas pengguna. Hal ini disinyalir, Kota Solo hanya dijadikan para bandar Narkoba sebagai jalur pengiriman semata.

“Sejauh ini, pihak kami masih menangkap pengguna Narkoba. Untuk bandar masih belum,” terang Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi, usai apel Pembentukan Satgas di Mapolresta Solo, Rabu (29/4).

Dikatakan, Solo dijadikan sebagai salah satu kota distribusi pengiriman barang haram ke sejumlah kawasan seperti, Yohya, Semarang dan sejumlah di kawasan Jawa Timur. Artinya, kata Kapolresta, Solo yang terletak di jalur strategis dapat menjangkau kawasan di Jateng dan Jatim.

“Letak Kota Solo ini strategis berada di tengah-tengah Pulau Jawa. Jadi, dimanfaatkan untuk jalur distribusi Narkoba,” tegas Kapolresta.

Disinggung antisipasi untuk memutus jalur distribusi Narkoba, Kapolresta menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran Polda Jateng serta pihak terkait supaya distribusi Narkoba tidak memasuki Kota Solo. Meski begitu, untuk menghalau mereka pihaknya butuh dukungan masyarakat supaya peredaran di Kota Solo dapat diberantas.

“Jika jalurnya telah kita putus, maka peredaran Narkoba di sejumlah kota di Jateng, DIY dan Jatim akan terputus. Di sinilah, peran penting pihak kepolisian. Untuk memutus jalur distribusi tersebut,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge