0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Demam Berdarah Mewabah di Wonogiri

Salah satu pasien DBD menjalani perawatan intensif di RSUD SMS (Dook. Timlo.net/Tarmuji)

Wonogiri – Selama Januari 2015, RSUD Soediran Mangoen Soemarso (SMS) Wonogiri telah menangani pasien demam berdarah dengue (DBD). Tercatat sebanyak 68 pasien berasal dari berbagai kecamatan di Wonogiri.

Sementara dari total 68 pasien, sebanyak 18 pasien masih menjalani perawatan intensif, empat di antaranya dalam kondisi kritis, sedang sisanya telah diperbolehkan pulang. Pasien DBD pun didominasi usia anak-anak, namun juga terdapat pasien dewasa.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medis RSUD dokter Soediran Mangun Sumarso (RSUD SMS) Wonogiri, Pratikto Widodo didampingi Kepala Bidang Pelayanan Medik, Adhi Dharma, Sabtu (30/1) mengatakan, sejak awal tahun sampai saat ini sudah merawat 68 pasien DBD. Empat orang tengah dirawat intensif, salah satunya di unit gawat darurat.

“Paling banyak adalah anak di bawah usia 19 tahun. Kasus DBD awal tahun ini tergolong tinggi. Pada periode yang sama 2014 lalu tidak sampai setinggi ini,” kata Pratikto.

Adi Dharma pun menambahkan, jumlah penderita DBD sebanyak 68 merupakan pasien di RSUD SMS saja, kemungkinan besar masih banyak pasien baik suspect maupun positif terjangkit DBD dirawat di rumah sakit lain.

Data dimiliki pihak rumah sakit, pasien DBD berasal dari beberapa kecamatan seperti Wonogiri kota, Tirtomoyo, Ngadirojo, Wuryantoro, Giriwoyo, Baturetno, Pracimantoro, Jatiroto dan Jatisrono.

“Paling banyak pasien asal Kecamatan Wonogiri kota,”katanya.

Sementara itu, menurut keterangan salah satu orang tua pasien DBD, Sadikem (50) warga Kelurahan Pijiharjo, Kecamatan Manyaran, anaknya terkena demam tinggi selama beberapa hari. Selain demam tinggi juga muncul bintik-bintik merah pada bagian tubuhnya. Selanjutnya diperiksakan ke puskesmas terdekat, namun pihak puskesmas menyarankan dirawat ke RSUD.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge