0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kabareskrim Polri: KPK Harus Dibesarkan

Komjen Budi Waseso (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kabareskrim Polri Irjen Budi Waseso mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Jumat (30/1) untuk dimintai keterangan soal penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW). Budi mengatakan, pihak Komnas HAM sudah mengirimkan surat panggilan terlebih dahulu.

Kabareskrim Budi Waseso menyatakan pemborgolan BW sesuai dengan undang-undang dan prosedur tetap (Protap). Bahkan, pemborgolan tersebut bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Soal tadi kegiatan penahan dan penangkapan secara undang-undang. Adalah penyidik, dan itu dipertanggungjawabkan secara hukum. Kita sudah jelaskan semua baik itu administrasi dan proseduran,” katanya saat konferensi pers.

Dia membantah polisi melakukan pemborgolan lantaran BW telah ditetapkan sebagai tersangka. “Tidak ada yang berbeda. Karena semuanya sudah diatur oleh KUHP,” ujarnya.

Ditegaskan, penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto bukan balas dendam. Budi mengatakan, bahwa kedua lembaga penegakan hukum itu harus dijaga.

“Tidak ada (balas dendam). KPK harus dibesarkan dan Polri juga harus dibesarkan. Kita semua institusi harus diamankan,” kata Budi.

Mengenai proses pelaporan kasus BW kenapa terlalu cepat, Budi mengatakan, itu semua tergantung proses penyidikan.

“Ya kalau proses bisa sehari, bisa seminggu dan bisa sebulan. Tergantung penilaian penyidik, kasus itu sudah cukup ditindaklanjuti atau belum,” jelasnya.

Budi mengklaim penangkapan tersebut sudah dilaporkan kepada Wakapolri Komjen Badrodin Haiti. “Tidak itu. Semuanya dilaporkan. Namanya aturan dan ketentuan (yang harus dijalani),” tandasnya. [eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge