0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pencelupan Batik dengan Tangan Tingkatkan Resiko Dermatitis

(Ilustrasi) Aktivitas membatik (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Sukoharjo — Industri batik dalam melakukan pembuatan batik tidak terlepas dari penggunaan pewarna sintetis dan bahan kimia. Tetapi
pemahaman prosedur kerja yang tepat tidak mengikuti penggunaan bahan kimia.

Peneliti Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rahmat Wisnu
Utama mengemukakan, proses pencelupan batik pekerjaan masih dilakukan secara manual dengan tangan bisa meningkatan risiko penyakit
kulit dermatitis kontak.

“Itulah latar belakang penelitian kami tentang faktor risiko terjadinya dermatitis kontak pada pekerja pewarnaan batik,” jelas Rahmat saat
memaparkan Analisis Faktor Risiko Terjadinya Dermatitis Kontak Pada Pekerja Pewarnaan di Industri Batik, pada acara URECOL UMS, di Kampus UMS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, baru-baru ini.

Rahmat mengatakan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor risiko dermatitis kontak pada pekerja di industri batik
pencelupan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 orang. Sampling penelitian ini digunakan total sampling. Uji statistik penelitian yang digunakan ini spearman rho korelasi dengan terjadinya dermatitis kontak menunjukkan variabel: tingkat pengetahuan pribadi pelindung peralatan tangan, usia dan masa kerja dengan gejala dermatitis kontak.

Menurut Rahmat, ada hubungan yang signifikan antara tingkat disiplin penggunaan sarung tangan vinyl dengan gejala dermatitis kontak dan menunjukkan korelasi negatif dengan tingkat arah hubungan yang kuat.

“Semakin rendah tingkat disiplin kerja dalam penggunaan sarung tangan vinyl, semakin tinggi tingkat kontak gejala dermatitis yang dialami oleh pekerja,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge