0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sekolah Diminta Tak Paksakan UN Online

Ilustrasi UJian Nasional (UN) (dok.timlo.net/red)

Wonogiri – Menyikapi adanya protes siswa-siswi SMAN 1 Wonogiri berkaitan keberatan dengan penerapan Ujian Nasional (UN) sistem online, pihak sekolah diminta tidak memaksakan model ujian itu.

Saat dikonfirmasi via seluler, Jumat (30/1), Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Wonogiri, Siswanto, mengatakan telah mengonfirmasikan aksi keberatan siswa terkait UN Online itu ke SMAN 1 Wonogiri. Hasilnya, sekolah berencana menggelar jajak pendapat lagi terhadap siswa.

“SMAN 1 akan mengulang angket siswa. Kami minta UN Online tidak dipaksakan. Kalau memang siswa tidak siap ya jangan. Nanti pusat kok yang akan menentukan apakah SMAN 1 itu memenuhi syarat untuk UN Online atau tidak,” katanya.

Sedangkan mengenai UN Online, Siswanto menegaskan hal itu hanya merupakan sebuah teknis pelaksanaan saja. Dalam UN Online, siswa tak mendapat lembar soal dan lembar jawab. Soal dan lembar jawab diperoleh siswa di layar monitor computer, terhubung dengan server Kemendikdasmen.

“Jadi beda UN Online, itu hanya terletak pada teknis pelaksanaanya saja. Kalau yang online itu langsung log in ke server kementerian. Kalau yang tidak kan setiap siswa mendapat lembar soal dan lembar jawab dan mengerjakan itu secara manual. Kalau UN Online semuanya dilakukan di komputer di depan masing-masing peserta ujian,” pungkasnya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge