0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Angka Kematian Demam Berdarah di Sukoharjo Naik Dua Kali

(Ilustrasi) Sejumlah petugas memantau jentik dan sarang nyamuk menyusul wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) (dok.timlo.net/nanang rahardian)

Sukoharjo – Angka kematian kasus demam berdarah dengue (DBD) 2014 naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo menunjukkan sepuluh orang pasien DBD meninggal dunia pada 2014.

“Pada 2013 ada lima orang pasien DBD yang meninggal dunia dan pada tahun berikutnya naik dua kali lipat. Sepuluh kematian ini paling banyak dari Kecamatan Grogol yang dalam tiga tahun terakhir menjadi daerah endemik DBD,” kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sukoharjo, Bambang Sudiyono, Jumat (30/1).

DKK Sukoharjo terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kematian pasien kasus DBD pada 2015. Minimal satu persen dari jumlah kasus penyakit disebabkan nyamuk Aides aigepty ini.

Dengan memperkuat pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di setiap lingkungan, diharapkan mampu menekan angka kasus DBD. Tahun ini, DKK menargetkan angka incidental rate DBD pada 50 kasus per 100 ribu penduduk Sukoharjo.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge