0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jihad di Indonesia Ada Unsur Dominan

Wonogiri – Doktrin jihad seringkali didominasikan penggunanya untuk tujuan amar makruf nahi munkar dengan berbagai kekuatan fisik mengekspresikan kekerasan. Dalam konstalasi Indonesia, kata jihad lebih banyak digunakan kalangan kelaskaran biasanya kelompok ini merupakan sayap salafi memperjuangkan pemurnian Islam.

Makna sejati jihad sendiri adalah alat menuju kemaslahatan, namun sayang akhir-akhir ini jihad salah diletakkan. Bahkan lebih naif dan ironis lagi jihad dimaknai orang dengan jalan menuju surga, akhirnya pun timbul asanisasi-asanisasi besar dalam kehidupan sejarah.

Demikian diutarakan dosen IAIN Surakarta Ahmad Hafidh, saat dijumpai wartawan sesaat sebelum menjadi nara sumber dalam seminar pemahaman jihad di RM.Saraswati, Brumbung, Kaliancar, Selogiri, Jumat(30/10).

Doktrin jihad, selama ini terdapat kesalahpahaman bahwa jihad merupakan doktrin tunggal, sedangkan jihad itu sendiri disyariatkan dalam spektrum kebudayaan sedang berjalan.dalam dinamika sosial politik dan budaya berlangsung. Sayangnya akhir-akhir ini jihad menjadi tujuan kemslahatan itu sendiri, hingga banyak orang salah persepsi lalu melakukan hal-hal di luar syariat.

“Sebaiknya itu diwaspadai oleh pesantren-pesantren, perguruan tinggi dan ormas-ormas keagamaan. Kalau itu terbaca dengan baik, saya yakin ke depan masyarakat dapat ditata dengan nyaman. Jadi harus difahami betul bahwa jihad di Indonesia ini ada unsur dominan, yakni sosial, politik dan kebudayaan,” ungkapnya.

“Ketika Islam dijihadkan di Indonesia, maka faktor sosial, politik dan budaya sangat dominan. Berbeda tentu saja dengan dijihadkan di Arab, Rasullullah ketika di Mekah berbeda saat di Madinah, ketika di Madinah Rasulullah Futhul Mekah dalam artian buka kembali Mekah. Kenapa kalau Rasulullah bisa berdinamika sedemikian rupa, mengapa kita hari ini kemudian  malah beku,” tegasnya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge