0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pedagang Pelataran Klewer Ditampung di Parkiran Vastenburg

(Dok.Timlo.net/daryono)

Solo – Pemerintah kota (Pemkot) Solo segera mengajukan surat peminjaman lahan parkiran Benteng Vastenburg ke Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN) Deparemen Keuangan (Depkeu). Lahan itu rencananya akan digunakan untuk menampung pedagang Pelataran Pasar Klewer.

Surat itu dikirimkan secara legal lantaran pengelola lahan yang selama ini memanfaatkan lahan sebagai lahan pakir meminta kompensasi Rp 19 juta kepada pemkot. Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) saat ditemui sejumlah wartawan menuturkan, lahan parkir tersebut akan dipinjam selama kurang lebih empat bulan. Peminjaman dilakukan karena hingga sekarang masih banyak pedagang Pelataran Pasar Klewer yang belum memiliki tempat jualan.

“Masih banyak pedagang pelataran yang belum bisa berjualan, padahal pedagang yang punya kios sudah bisa berjualan, baik itu menyewa tempat sendiri maupun menggunakan mobil. Kan kasihan.” ungkap Walikota, Jumat (30/1).

Rudy juga mengakui bahwa memang ada oknum pengelola yang meminta dana kompensasi, sebesar Rp 19 juta, bagi peminjaman itu. ”Ada oknum pengelola yang biasanya mengurusi parkir di kawasan itu meminta kompensasi Rp 19 juta untuk waktu selama tempat tersebut dipakai. Tapi kami ambil jalan untuk pinjam dan menyurati DJKN saja,” terang Rudy.

Dijelaskan, selama menempati lahan itu, pedagang tidak akan dikenakan biaya sewa maupun retribusi dari Pemkot. Pedagang akan ditempatkan di lahan itu hingga pasar darurat siap digunakan. “Surat yangkita kirimkan salah satunya adalah untuk peminjaman lahan selama 3 bulan, atau sampai pasardarurat siap dipakai. Selain itu pedagang di tempat itu tidak akan dikenakan sewa, dan kami akan menggembalikan lahan tersebut kembali seperti semula,” papar Rudy.

Pedagang yang berjualan di lahan milik Kemenkeu itu akan dibangunkan tenda dengan bangunan semi permanen untuk berjualan. Bangunan semi permanen dipilih Pemkot lantaran lebih gampang dalam pembongkaran, dan untuk menghindari rusaknya kawasan Bangunan Cagar Budaya(BCB).

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge