0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Dusun di Kecamatan Kerjo Terancam Longsor

Daerah rawan longsor di Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)
Karanganyar — Sebanyak sepuluh rumah di dua Dusun di Desa Plosorejo, Kecamatan Kerjo, Karanganyar terancam terkena longsoran. Tebing dengan ketinggian sekitar 12 meter dan mengelilingi rumah mereka kondisinya kritis dan terlihat sudah mulai retak-retak. Bahkan di beberapa bagian tebing sering kali longsor kecil-kecil ketika diguyur hujan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Nugroho mengatakan, kondisi cukup mengkhawatirkan mengingat kondisi tebing terlihat sudah ada rekahan. Beberapa rumah yang ditinggali kondisinya juga ada yang retak.

“Saya sudah mengecek ke lokasi. Bahkan, ada rumah yang dindingnya sudah cukup dekat dengan tebing,” jelas Nugroho saat ditemui Timlo.net di ruang kerjanya, Kamis (29/1).

Nugroho mengatakan kondisi seperti itu sebenarnya telah berlangsung sejak tiga tahun silam. Pihaknya tak henti-hentinya menghimbau agar warga di daerah rawan longsor mengungsi ke tempat aman saat turun hujan.

 Mereka juga diminta untuk mewaspadai tanda-tanda alam seperti kerikil berjatuhan, pohon miring dan masih banyak lagi. Dan jika melihat tanda-tanda itu diharapkan warga segera mencari tempat aman.”Kami sudah menghimbau untukk selalu waspada, saat hujan warga kami minta untuk mengungsi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Dari pendataan BPBD Karanganyar, warga yang terancam bahaya longsor terletak di Dusun Bono dan Dusun Plosorejo. Di Dusun Bono, terdapat enam rumah yang dalam kondisi bahaya. Yakni milik Kartorejo, Tri Wahyudi, Gino, Karto Pawiro, Kemin dan Maryono. Sedangkan di Dusun Plosorejo terdapat empat rumah. Yakni milik Sumardi, Hartono, Karwo dan Mbok Karni.

“Total ada 39 jiwa yang menghuni sepuluh rumah tersebut,” ungkap Nugroho.

Sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pihaknya tengah mendata semua lokasi yang terancam bahaya longsor atau tanah retak, khususnya daerah yang ada pemukimannya. Rencananya seluruh rumah yang ada di daerah rawan longsor akan direlokasi termasuk 10 rumah di Desa Plosorejo. Namun hingga kini belum ada pembicaraan dengan pihak desa terkait lokasi relokasi.

“Pemerintah siap memberikan dana bantuan pembangunan rumah sebesar Rp 15 juta/KK,” jelas Nugroho.

Selain Desa Plosorejo, kecamatan Kerjo sejumlah daerah lain juga dalam kondisi kritis di antaranya di Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, serta Jenawi, Ngargoyoso dan Karangpandan. Hasil pendataan nantinya akan disampaikan ke Bupati guna dilaporkan ke Gubernur dan BPBD Propinsi Jawa Tengah.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge