0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Apel Granny Smith Masih Banyak Beredar di Solo

ilustrasi (Apel) (dok.merdeka.com)

Solo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo kembali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terkait larangan penjualan apel impor Granny Smith dan Gala di sejumlah ritel modern. Hasilnya, Disperindag setempat masih menemukan kedua jenis apel beredar di pasaran.

Di Superindo misalnya, petugas masih menemukan 50 kilogram dua jenis apel itu.  Selanjutnya petugas mengambil beberapa sampel untuk diperiksa di laboratorium. Petugas juga meminta pihak manajemen menarik apel diduga mengandung bakteri patogen Lysteria monocytgenes itu.

Kepala Bidang Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Solo, Suhanto menuturkan, pihaknya segera melakukan uji laboratorium untuk mengetahui apakah ada kontaminasi bakteri dalam buah asal Amerika itu. Jika diketahui memang tidak terdapat kontaminasi bakteri, apel boleh dijual kembali.

“Kami lakukan uji laboratorium, jika hasilnya positif (terindikasi bakteri), maka kami akan lakukan pelarangan untuk penjualannya,” paparnya, Kamis (29/1).

Menurut Suharto, uji laboratorium tsk memakan waktu lama, sekitar dua hingga tiga hari saja. Uji sampel dilakukan di Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Sementara itu, lantaran gencarnya pemberitaan tentang pelarangan dua jenis apel ini, beberapa ritel modern seperti Lottemart, Hypermart, Carefffour telah menarik peredaran apel dijual Rp 40 ribu perkilogramnya ini.

“Begitu menerima informasi terkait adanya bakteri di apel itu, kami langsung menyetop kiriman. Sudah sejak dua hari kemarin kami sudah tak menjual dua jenis apel tersebut,” papar senior staff Lottemart, Tri Nugroho.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge