0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Luthfi, Terpidana Pembunuhan di Kadipiro Ajukan Banding

Terpidana kasus pembunuhan di Kadipiro, Luthfi Tedjo Putranto (Dok. Timlo.net/Khalik)

Solo – Terpidana kasus pembunuhan di Kadipiro, Luthfi Tedjo Putranto alias Lupek (33) mengajukan banding terkait vonis putusan hakim dengan hukuman selama 13 tahun enam bulan penjara. Upaya banding diajukan lantaran vonis terlalu berat.

Penasihat hukum terdakwa, Sutarto, mengatakan hukuman kliennya terlalu berat. Dirinya membuat perbandingan, kasus pembunuhan serupa di Kota Solo sangat jarang sekali majelis hakim menjatuhkan vonis seberat itu. Disamping itu, kata pengacara dari DPC-PDIP ini, keputusan diambil kliennya juga sudah mendapat persetujuan dari pihak keluarga.

“Kemarin saya menemui terpidana di Rutan Kelas I Solo. Dalam pertemuan tersebut, ia berniat mengajukan banding, dikuatkan dengan surat pernyataan banding,” terang Sutarto kepada wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Kamis (29/1).

Disinggung terdakwa Asep Buchoiri (21), Sutarto mengaku Asep telah menerima hukuman dijatuhkan majelis hakim selama tujuh tahun enam bulan penjara dari tuntutan awal jaksa penuntut umum (JPU) selama sepuluh tahun.

“Kalau Asep sudah menerima dengan hukuman tujuh tahun enam bulan,” jelas Sutarto.

Sebelumnya diberitakan, majelis hakim PN Solo menjatuhkan hukuman berat terhadap dua pelaku pembunuhan Danang Rusbiantoro (24) warga Gumantar RT 05 RW 04 Pelemgadung, Karangmalang, Sragen.

Terpidana Luthfi Tedjo Putranto dijatuhi hukuman selama 13 tahun enam bulan penjara dari tuntutan awal JPU 14 tahun enam bulan penjara. Sementara rekan terpidana, Asep Buchoiri diganjar hukuman selama tujuh tahun enam bulan penjara dari tuntutan awal JPU sepuluh tahun.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge