0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rugi Miliaran, PDAM Naikkan Tarif Dasar Air Minum

Meteran PDAM (dok.timlo.net)

Boyolali – Menanggung kerugian hingga miliaran rupiah, PDAM Boyolali mulai Maret 2015 nanti menaikkan tarif dasar air minum. Kenaikan tarif dasar air minum ini baru kali pertama terjadi sejak empat tahun ini. Kenaikan tarif dari harga Rp 1950 permeter kubik untuk sepuluh meter kubik pertama golongan┬árumah tangga I, naik menjadi Rp 2250 permeter kubik.

Direktur Utama PDAM Boyolali, Cahyo Sumarso, menjelaskan kenaikan tarif dilakukan mengingat sejak 2011 tak ada penyesuaian harga air PDAM. Sementara biaya produksi terus membengkak ditambah laju inflasi membuat perusahaan terus merugi.

“Biaya produksi terus meningkat dan kami mengalami kerugian, sejak empat tahun baru ini kami menaikkan tarif dasar air minum,” ungkapnya, Kamis (29/1).

Dijelaskan biaya produksi air PDAM selama ini jauh di atas harga jual rata-rata. Sehingga selama ini PDAM terus mengalami kerugian, apalagi jumlah pelanggan semakin bertambah dan menyebabkan biaya subsidi terus membengkak.

Dengan pertimbangan biaya produksi semakin tinggi dan untuk menekan kerugian, PDAM pun akhirnya menaikkan harga jual. Menurut Cahyo Sumarso, kenaikan tarif ini, harga jual nantinya mendekati biaya produksi, sehingga tidak perlu lagi subsidi karena dengan kenaikan ini biaya produksi bisa break event poin (BEP) dengan harga jual. Setidaknya harga jual rata-rata setelah kenaikan bisa mencapai Rp 4200.

“Jika bisa BEP, tentunya kami akan lebih leluasa mengembangkan cakupan layanan. Tahun ini kami targetkan produksi sekitar 7 juta meter kubik untuk 39.500 pelanggan saat ini, ditambah target sambungan rumah (SR) baru 4500 selama 2015,” ujar dia.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge