0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Drama Tradisional Korsel Semarakkan Solo Cultural Exchanges in Harmony

Hahoe Mask Dance Team dari kota Andong, Korea Selatan, menampilkan sebuah drama tradisional rakyat Korea Selatan (Korsel) di Solo Cultural Exchanges in Harmony, Sabtu (29/11) malam (Dok. Timlo.net/Heru Murdhani)

Solo – Hahoe Mask Dance Team dari kota Andong, Korea Selatan, menampilkan sebuah drama tradisional rakyat Korea Selatan (Korsel) di Solo Cultural Exchanges in Harmony, Sabtu (29/11) malam. Hahoe Pyolshin-Gut Tal-Nori demikian judul pementasan merupakan perpaduan ritual shaman (paranormal tradisional Korea) untuk menyenangkan dewi-dewi dan mengusir roh jahat.

“Tarian ini dimaksudkan untuk mendoakan desa agar mendapat panen berlimpah, perdamaian, dan kemakmuran. Semua yang mendatangkan kebaikan,” ungkap Kim Soon, salah satu anggota kelompok.

Secara umum pementasan asal Negeri Gingseng hampir mirip pertunjukan teater tradisional Nusantara dengan konsep lenong, pemusik berada di atas panggung dan bisa berinteraksi dengan karakter pemain dalam pementasan.

Dengan alat musik sederhana seperti bedug dan genta lebih mirip dengan kenong, empat orang pemusik mengawali pertunjukan dengan cara memukulnya keras-keras. Kemudian pemain berjumlah delapan orang maju untuk memberi hormat kepada penonton sebelum memulai pertunjukan.

Ritme pukulan alat monoton ditambah dengan kekayaan pola gerak sederhana menjadikan pertunjukan teater tradisi ini seperti kehilangan rohnya. Hal itu diperparah lagi dengan kendala bahasa seakan membuat jarak antara penyaji dengan penonton. Namun hal itu tak mengurangi antusiasme penonton datang dan menikmati sajian teater.

Selain kelompok dari Korea Selatan, perhelatan digelar di Pendapa Prangwedanan Pura Mangkunegaran itu juga diwarnai tiga kelompok lain, yakni Semarak Candra Kirana Art Centre (SCK), Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA) dan Sekolah Tinggi Agama Budha Syailendra.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge