0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wanita Penghibur di Batam Ogah Layani Lelaki India

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Pulau Batam terkenal di mata wisatawan mancanegara karena dunia malam ditawarkannya. Banyak gadis-gadis muda menjajakan diri dengan aneka tarif di tempat-tempat hiburan malam.

Daerah Indramayu, Cirebon, dan Subang menempati posisi teratas pemasok perempuan penghibur di pulau berbatasan langsung dengan Singapura itu. Mereka digemari karena kulitnya kuning langsat. Namun para gadis ini tak asal memilih konsumen.
Tak asal melayani tamu, wanita penghibur inipun ternyata menolak lelaki dinilai membahayakan kesehatan reproduksinya. Bahkan jika sudah dalam kamar, wanita ini bisa saja membatalkan kencan.

“Ini tadi nggak jadi booking kamar di sini. Soalnya yang cewek nggak suka sama cowoknya setelah masuk kamar,” kata Ayi, salah satu pegawai hotel B saat berbincang dengan merdeka.com di Batam, Minggu (23/11).

Ayi mengungkapkan lelaki asal dari India seringkali ditolak wanita penghibur. Pemuda India di Batam terkenal tak memerhatikan kebersihan tubuh.

“Cowok India memang suka ditolak. Biasanya akibat bau tubuh yang kurang sedap,” terang dia sembari tersenyum lebar.

Tak hanya itu, Dedi tukang ojek mangkal di sekitar daerah hiburan Nagoya membenarkan fenomena itu. Namun, dia membantah keengganan wanita penghibur melayani lelaki India akibat bau badan.

“Bukan bau badannya, tapi orang India memang ‘barangnya’ besar,” tutur dia blak-blakan.
Dia menduga ukuran besar justru menyakiti wanita penghibur. Lelaki India pun terkenal tahan lama dalam urusan ranjang. Para pekerja seks komersial (PSK) rugi kalau cuma melayani satu tamu semalaman. [ian]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge