0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Festival Gandrung, Event Kolosal Pinggir Pantai

Festival Gandrung (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Festival Gandrung Sewu, Banyuwangi, digelar Sabtu (29/11). Festival ini diikuti 1.200 penari yang menari di pinggir pantai.

Mereka menari dengan latar belakang Selat Bali menjelang matahari terbenam.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, Gandrung Sewu kali ini akan menyuguhkan tarian memukau dari ribuan penari dengan busana dominan merah,” kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Yanuarto Bramuda.

Katanya, warna merah akan tampak lebih memancarkan kemilaunya tatkala terkena sinar matahari sore. Yuniarto juga menerangkan, Tari Gandrung Sewu memiliki tiga tema, yaitu Jejer, Maju atu Ngibing dan Seblang Subuh.

“Untuk tahun ini, kita mengangkat tema Seblang Subuh, yang artinya permohonan ampun kepada Tuhan. Tarian ini dikemas lebih lengkap dengan iringan musik yang rancak dengan sentuhan teatrikal,” katanya lagi.

Sentuhan teatrikal akan makin dramatis saat adegan perebutan posisi sebagai gandrung, antara gandrung laki-laki dan gandrung perempuan, dimulai.

Fragmen ini berlangsung hingga subuh tiba. Saat subuh datang, tiba-tiba mereka yang sedang bertarung tersadar akan kesalahannya. Kedua belah pihak memohon ampun pada Yang Maha Kuasa.

Mereka menyadari bahwa menjadi gandrung adalah suratan tangannya, jadi harus dijalani, dan tak perlu diperebutkan. [mtf]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge