0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rencana Impor Sapi Australia Dikritik

Ilustrasi Sapi Australia (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Rencana pemerintah mengimpor sapi dari Australia ditentang. Impor ternak tersebut dinilai merusak semangat swasembada pangan tanah air.

“Pemerintah ada baiknya melakukan proses pelaksanaan evaluasi program swasembada daging sapi (PSDS) secara serius, sehingga bisa dipetakan potensi dan solusi yang perlu dilakukan dalam pengembangan swasembada daging sapi,” ujar Anggota Komisi IV DPR RI Rofi Munawar, Sabtu (29/11).

Menurut dia, impor tersebut bakal menguras devisa negara sebesar Rp 4,8 Triliun hingga Rp 5 Triliun. Dana tersebut jika dialihkan untuk pengembangan sapi lokal tentu akan sangat bermanfaat dalam mendorong roda ekonomi dan konsumsi daging nasional.

Wakil Ketua Fraksi PKS ini menambahkan, swasembada daging adalah program pemerintah sebagai regulator untuk menyediakan 90 persen total kebutuhan daging sapi dari dalam negeri, sedangkan 10 persen sisanya berasal dari pasokan luar negeri berupa impor sapi bakalan dan impor daging.

Namun ironisnya, proporsi importasi jika dilihat komposisi terbesar maka Australia menjadi negara pemasok utama daging atau sapi bakalan bagi Indonesia. Dampaknya banyak industri ternak sapi di negeri kangguru tersebut tumbuh dan berkembang karena melakukan importasi ke Indonesia.

“Pemerintah harus menciptakan kebijakan tata niaga dan tata kelola daging sapi yang kondusif bagi peternak lokal, agar keseimbangan demand dan supply bisa terjadi. Peternak Australia bisa sejahtera dengan melakukan importasi ke Indonesia, sedangkan peternak lokal terpinggirkan karena harganya tidak kompetitif berasing,” pungkas dia. [bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge