0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Samsung Ciptakan Mouse Eye, Kendalikan Komputer Dengan Mata

Hyung Jin Shin. (Dok: Timlo.net/ CNET.)

Timlo.net—Samsung memperkenalkan sebuah versi baru dari mouse mata EyeCan+, sebuah alat yang memampukan orang dengan disabilitas menggunakan komputer lewat gerakan-gerakan mata. Komputer yang dikendalikan mata memang sudah tersedia beberapa saat ini. Khususnya dibuat untuk mereka yang memiliki disabilitas yang tidak bisa memakai keyboard atau mouse. Komputer ini biasanya dibuat khusus dengan teknologi di mana para penggunannya diharuskan memakai kaca mata atau alat khusus.

Dalam sebuah posting blog, Selasa (25/11), perusahaan itu menyebut Eyecan+ sebagai pelopor pertama untuk alat sejenis karena tidak memerlukan pengguna untuk memakai peralatan khusus. Eyecan+ adalah  sebuah kotak portabel sederhana yang berada di bawah monitor komputer.

Langkah pertama untuk menggunakan, para pengguna perlu mengkalibrasi mata mereka dengan kotak. Tapi proses ini hanya perlu dilakukan sekali setelah itu EyeCan+ akan merekam dan mengingat hasil kalibrasi. Para pengguna bisa menggunakan alat ini sembari duduk atau berbaring dan hanya perlu berada beberapa meter dari monitor.

Tampilan antar muka alat ini muncul di monitor sebagai sebuah menu pop-up dengan 18 perintah berbeda, seperti “copy,” “paste,” “select all,” “drag dan drop,” “scroll,” dan “zoom in.” Untuk menjalankan sebuah perintah spesifik, sang pengguna perlu untuk melihat ikon perintah dan berkedip sekali. EyeCan+ juga bisa diprogram dengan perintah-perintah modifikasi. Contohnya, sebuah kombinasi pada keyboard seperti Ctrl+P menjalankan perintah untuk mencetak sebuah file.

Samsung tidak menjual EyeCan+ secara langsung. Tapi, perusahaan itu akan segera merilis teknologi sebagai open-source jadi pihak-pihak lain bisa mengembangkan dan mengkomersialkan alat ini. Tapi, karena alat ini diciptakan untuk orang-orang berkebutuhan khusus, Samsung akan memproduksi sejumlah alat sebagai donasi untuk beberapa badan amal.

Samsung memperkenalkan EyeCan pertama kali pada Maret 2012. Tapi generasi kedua ini berkembang lebih baik bila dibandingkan pendahulunya dengan kalibrasi yang lebih akurat dan pengalaman pengguna yang lebih baik, kata perusahaan itu dilansir dari CNET. Samsung mengatakan mereka berhutang budi terhadap Hyung-Jin Shin, yang mengembangkan generasi kedua dari alat ini. Dia adalah seorang mahasiswa jurusan ilmu komputer di Yonsei University di Seoul, Korea. Shin, yang menderita quadriplegic, sebuah kelumpuhan, bekerja sama dengan para teknisi Samsung dan mengembangkan EyeCan+ dalam beberapa bulan untuk memastikan alat in mudah digunakan.

“Walaupun EyeCan terlihat seperti alat sederhana,kami berharap alat ini bisa menolong memperbaiki kualitas kehidupan dari mereka yang menderita Lou Gehrig;s disease (ALS) dan Locked-in syndrome (LIS),” kata tim EyeCan dalam halaman situs proyek mereka. “Kami benar-benar menikmati proses pembuatan EyeCan dan karena teknologi ini adalah platform open-source, kami berharap lebih banyak orang akan berusaha untuk mengembangkan alat ini. EyeCan saat ini tidak dijual. Tim proyek EyeCan hanya menyediakan teknologi. Kami berharap bahwa teknologi ini bsia menyebar kepada mereka yang membutuhkannya,” tambah mereka.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge