0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasoepati Perlu Revolusi

Aksi Pasoepati (dok.timlo.net/aryo)

Solo – Kelompok suporter setia Persis Solo, Pasoepati dinilai membutuhkan sebuah revolusi, seiring banyaknya kasus menimpa. Sejumlah aksi anarkis, bahkan berujung pada meninggalnya suporter membuat Pasoepati segera berbenah.

Mantan Presiden Pasoepati, Mayor Haristanto ikut prihatin dengan kondisi suporter berusia 14 tahun itu, akhir-akhir ini seperti kehilangan arah. Menurut dia, adanya kondisi kepengurusan seolah pasif membuat Pasoepati butuh penuntun karena seperti anak kehilangan induknya.

“Sungguh saya prihatin dengan beberapa kejadian, termasuk kerusuhan yang terjadi baik di Stadion Manahan maupun saat tur ke luar. Apalagi sampai meninggal ini memprihatinkan,” terang Mayor Haristanto, Jumat (28/11).

Adapun guna mencarikan sebuah solusi terkait kondisi di tubuh Pasoepati, sejumlah ekspemimpin suporter terkenal fanatik ini berencana menggelar sebuah pertemuan. Tatap muka berupa diskusi nantinya melibatkan sejumlah tokoh, termasuk Kris Pudjiatni selaku Ibunda Pasoepati.

“Pasoepati saat ini kehilangan induknya karena Mas Bimo (Presiden Pasoepati) secara on the road jarang turun. Peran seorang presiden harus muncul untuk mengurai masalah dan gejolak yang terjadi di bawah,” jelasnya.

Kendati demikian, Mayor menilai meski beberapa kali terlibat aksi anarkis, Pasoepati semakin kreatif dan atraktif dalam memberikan bentuk dukungan kepada tim kesayangannya. Mayor berkeyakinan, Pasoepati tetap menjadi penyebar perdamaian antarsuporter.

“Namun saya juga salut dan bangga dengan Mas Bimo yang masih bersedia memegang kendali supoter sebesar Pasoepati. Sekarang tinggal Pasoepati sendiri untuk berubah dengan mengutamakan sportivitas dan menghindari bentuk kerusuhan,” pungkas Mayor.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge