0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-gara Tak Pakai Celana Dalam, Pria Ini Lolos Razia

Razia atribut TNI (merdeka.com)

Timlo.net – Macam-macam reaksi masyarakat saat dicongkok bersalah menggunakan atribut Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam operasi penertiban oleh Polisi Militer Dempom V/3 Malang, Jawa Timur di Malang. Ada orang membela diri dengan alasan sekenanya atau memilih pasrah dan dengan berat hati barang kesayangan mereka disita.

Puluhan mobil dan motor dengan berbagai macam stiker berbau militer terjaring dalam operasi di Kawasan Balai Arjosari, Malang, Jumat (28/11). Mereka diminta membuka sendiri stiker menempel di kendaraan, selain diberi penyadaran.

Seorang pengendara motor mengaku tak tahu kalau ada larangan mengenakan atribut TNI. Dia merasa tidak ada hal salah dengan celana loreng dikenakannya. Saat personel polisi militer meminta membuka celananya, dia berusaha menolak sambil meminta maaf.

“Saya tidak pakai celana Pak, maaf ya Pak,” katanya sambil meraba kedua pinggang menunjukkan kalau memang tidak ada celana lagi dikenakannya.

Karena tidak memungkinkan untuk menyita celana loreng itu, petugas pun mempersilakan pihak bersangkutan melanjutkan perjalanan dengan peringatan tidak lagi menggunakan celana itu.

Hal berbeda ditunjukkan pengendara lain, kebetulan mengenakan jaket loreng dan helm standar TNI. Pria paruh baya itu mengaku kalau atribut itu milik adiknya, anggota TNI bertugas di Surabaya.

Namun saat diminta menghubungi adiknya, pria itu tak berhasil. Jaket loreng itupun harus disita dan boleh diambil pemilik sebenarnya di kantor Polisi Militer Dempom V/3 Malang, Jawa Timur.

Kapt CPM Sutrisno selaku Dansatcak Hartib memimpin operasi mengungkapkan, operasi ini dilakukan untuk penertiban anggota TNI sendiri, selain untuk masyarakat luas. Saat operasi digelar semua anggota TNI juga dihentikan, diperiksa surat-surat.

“Ini untuk ketertiban anggota TNI juga. Kalau soal stiker dan atribut-atribut yang lain memang tidak diperkenankan, takutnya disalahgunakan, tidak boleh atribut-atribut seperti ini digunakan untuk gagah-gagahan,” katanya. [hhw]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge