0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rudy Bantah Manfaatkan Persis Solo

Spanduk di perempatan sebelah Barat Pura Mangkunegaran bertuliskan "Persis Solo bukan Persis Perjuangan" (Dok. Timlo.net/Aryo)

Solo – Usai kegagalan Persis Solo mencapai target promosi ke ISL musim depan, tentu nada kecewa menggelayuti tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini. Peluang sebenarnya masih terbuka andaikan menang di laga terakhir kontra Borneo FC, harus sirna karena Persis justru dibantai enam gol.

Berbagai bentuk kekecewaan, terutama oleh fans setia Persis, Pasoepati bermunculan. Salah satunya adalah adanya spanduk bertuliskan kekesalannya kepada pihak mengurusi Persis. Seperti sebuah spanduk di perempatan sebelah Barat Pura Mangkunegaran bertuliskan “Persis Solo bukan Persis Perjuangan”.

Adanya spanduk bertuliskan seperti itu membuat Walikota Solo sekaligus Ketua Umum Persis Hadi Rudyatmo angkat bicara. Menurut pria akrab disapa Rudy ini, nada protes seperti itu tak beralasan. Ditambah lagi nada-nada itu seperti ditujukan kepada dirinya sebagai Ketum dan datang langsung ke Samarinda, saat Persis dibantai enam gol.

“Sejak awal kedatangan saya ke Samarinda seperti diusir dengan tidak mencantumkan nama saya di daftar bench pemain Persis. Ini bentuk pengusiran saya agar tidak ikut ke bench pemain. Saya sendiri emoh melanggar aturan-aturan seperti itu,” terang Rudy, saat ditemui di rumah dinasnya, Jumat (28/11) sore.

“Makanya saya juga heran, Pasoepati memasang tulisan Persis Solo bukan Persis Perjuangan itu kaitannya apa dengan saya? Saya sendiri datang ke Samarinda justru memberikan motivasi. Saya tidak pernah memanfaatkan Persis Solo untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Pertandingan kemarin memang sudah seperti di-setting seperti itu,” imbuhya.

Rudy pun mempersilakan pengurus PSSI Solo untuk segera menggelar Muscab apabila memang banyak pihak menginginkan. Menurutnya, Muscab sesegera mungkin dilaksanakan agar nasib Persis Solo menjadi lebih jelas.

“Silakan kalau mau Muscab, saya sendiri sudah dari dulu mengundurkan diri sebagai ketua umum,” pungkasnya.

Terpisah, salah satu pengurus Pengcab PSSI Solo, Mahendra Wiseno menyambut positif keinginan Ketum Persis memberikan lampu hijau untuk menggelar Muscab. Pasalnya, Muscab Persis memang sempat tertunda beberapa tahun belakangan ini. mulai dari masalah kongres PSSI, dualisme di kubu Persis Solo hingga konflik di kubu Asosiasi Provinsi (Apsrov) PSSI Jateng.

“Tahun lalu sebenarnya OC dan SC sudah terbentuk. Namun banyak kendala dengan alasan induk organisasi tengah bergelut hingga masalah dualisme. Saya harap panitia segera terbentuk. Tidak perlu mewah-mewah acaranya, cukup undang perwakilan tim internal, lokasi bisa di area terbuka. Hidangan cukup snack juga tidak apa-apa yang terpenting benar-benar anggota dan tamu undangan bsia hadir dan menyatukan suaranya,” terang Wiseno.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge