0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Saat Anak Kecanduan Nonton TV

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Anak dan Televisi, menjadi dua hal yang sulit dipisahkan. Berbagai tayangan menarik menjadi daya pikat tersendiri bagi anak untuk tidak beranjak dari depan layar kaca.

Puluhan bahkan ratusan channel tersaji dengan aneka ragam acara yang disukainya. Anak seringkali enggan mengerjakan tugas-tugas sekolah karena terlalu asyik menyaksikan program-progam kesayangan mereka.

Bahkan himbauan orang tua pada anak untuk sekedar mandi, mengerjakan PR, atau kegiatan lain yang lebih berguna diabaikannya. Kalau sudah begini, biasanya orang tua menjadi jengkel.

Tak jarang terjadi adu mulut antara anak dengan orang tua gara-gara soal itu. Berikut tips yang dirangkum dari berbagai sumber, semoga bisa membantu Anda jika memiliki anak kecanduan nonton televisi.

Mengarahkan untuk bermain di luar
Daripada terus-terusan nonton televisi, lebih baik mengarahkan anak untuk melakukan kegiatan positif di luar rumah. Bisa bermain dengan teman sebaya, bisa juga diberi kesibukan lain, seperti menggambar, les musik dan sebagainya.

Beri Peraturan

Berilah peraturan pada anak, jam berapa saja mereka boleh nonton televisi. Buat jadwal harian, terapkan secara disiplin pada anak.
Kalau memungkinkan, buat jadwal pada secarik kertas, tempelkan pada dinding agar anak mudah melihatnya.

Mengubah Pola Asuh

Menyuruh anak makan sambil nonton telvisi, menyalakan televisi untuk mendiamkan anak rewel, merupakan pola asuh yang salah. Secara tidak langsung, hal itu menyebabkan anak kecanduan televisi.
Oleh karenanya, jangan anggap televisi sebagai alternatif pengasuh.

Jangan Beri Privasi

Biarkan anak nonton televisi di ruang keluarga. Jangan tempatkan TV pada kamar bermain anak.
Dengan demikian, Anda lebih mudah mengawasi dan mengontrol secara langsung.

Membatasi Program Acara yang Ditonton

Ajak diskusi anak. Tanyakan satu atau dua acara yang paling mereka sukai, kemudian batasi waktu dengan hanya nonton acara favorit itu saja.
Jadi tidak usah lagi meneriaki anak atau berdebat. Dengan kesepakatan yang dibuat, anak bisa memahaminya.

Pendekatan Persuasif

Lakukan pendekatan persuasif pada anak, diskusikan dengan anak apa manfaat tontonan televisi. Komunikasikan secara intens sampai anak bisa mengubah perilakunya. Secara tidak langsung, pendekatan ini bisa memperbaiki pola hubungan orang tua dan anak.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge