0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rokok Elektronik 10 Kali Lebih Berbahaya Dibanding Rokok Biasa

Rokok elektrik. (Dok: Timlo.net/ Hawaii.gov.)

Timlo.net—Beberapa rokok elektrik mengandung agen penyebab kanker (carcinogen) 10 kali lebih banyak daripada yang ditemukan pada rokok biasa. Kesimpulan ini diperoleh dari sebuah survei yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Jepang.

Rokok elektrik, dianggap sebagai alternatif yang lebih sehat dibandingkan rokok biasa, bekerja dengan cara memanaskan cairan yang mengandung rasa tertentu. Seringkali cairan ini mengandung nikotin, yang berubah menjadi uap yang dihirup. Alat ini populer terutama di antara anak-anak muda.

Para ilmuwan Jepang dikatakan telah menemukan carcinogen, zat-zat yang dianggap berhubungan dengan pengembangan kanker seperti formaldehyde dan acetaldehyde dalam uap yang dihasilkan oleh cairan isi ulang rokok elektrik.

Formaldehyde, yang ditemukan pada bahan-bahan bangunan dan cairan balsem, ditemukan dalam kadar yang lebih tinggi dibandingkan yang ditemukan di rokok biasa, kata pejabat departemen kesehatan Jepang.

“Dalam satu brand rokok elektrik, tim itu menemukan tingkat carcinogen 10 kali lebih banyak dibandingkan rokok biasa,” kata peneliti Naoki Kunugita, menambahkan bahwa jumlah formaldehyde yang ditemukan di masing-masing rokok elektrik berbeda-beda.

“Terutama saat kabel (yang membuat cairan menguap) menjadi terlalu panas, jumlah zat-zat berbahaya yang dihasilkan sepertinya lebih banyak,” tambahnya.

Kunugita dan timnya dari the National Institute of Public Health menganalisa beberapa wadah cairan isi ulang rokok elektrik menggunakan sebuah mesin yang “menghirup” 10 set dari 15 isapan.

Akan tetapi ECITA, badan perdagangan yang mewakili pabrikan rokok elektrik, menyatakan keraguannya terhadap hasil penelitian. Badan ini berkata bahwa penelitian itu berdasarkan hasil dari sebuah penelitian yang dilakukan 2013 yang menguji berbagai produk rokok elektrik dengan kualitas berbeda di Jepang.

Seorang juru bicara berkata: “Secara khusus, atomiser yang menghasilkan hasil terburuk ini berkarat dan tidak menggambarkan kualitas umum dari rokok elektronik yang tersedia di pasaran di UK (atau di manapun, karena desain ini tidak lagi digunakan di negara manapun sejauh yang kami ketahui). Memasukkan hasil ini dalam penelitian dan mencoba untuk menganggap hasil yang serupa pada berbagai produk rokok elektronik yang tersedia tidak memberikan validitas ilmiah apapun.”

Pemerintah Jepang sekarang meneliti resiko-resiko yang mungkin dihubungkan dengan rokok elektrik dan apakah mereka perlu diatur.

World Health Organisation (WHO) pada bulan Agustus 2014 mendesak pemerintah-pemerintah di seluruh dunia untuk melarang penjualan rokok elektrik pada anak-anak di bawah umur, memperingatkan bahwa alat ini merupakan ancaman serius terhadap bayi yang belum lahir dan anak-anak muda.

Walaupun saat ini hanya ada sangat sedikit penelitian tentang subyek ini, penasehat kesehatan PBB berkata bahwa ada cukup bukti untuk waspada terhadap penggunaan rokok elektrik pada anak-anak, remaja, wanita hamil dan wanita dalam usia reproduktif.

Badan ini juga mendesak penggunaan rokok elektrik di tempat-tempat umum indoor. Akan tetapi, pada bulan September 2014 para ahli dari University College London memperkirakan bahwa puluhan ribu nyawa bisa diselamatkan setiap tahunnya jika orang beralih ke rokok elektrik.

Dalam sebuah editorial yang diterbitkan di British Journal of General Practice, mereka mengatakan bahwa uap pada rokok elektrik tidak mengandung konsentrasi carcinogen dan racun seperti pada rokok tembakau. “Bahkan, konsentrasi racun dalam rokok elektrik satu per dua puluh kali lebih rendah dibandingkan pada rokok tembakau,” simpul mereka.
Sumber: Sky News.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge