0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Parlemen Eropa Ingin Google Dipecah

Logo Google baru (bawah). (Dok: Timlo.net/ BBC)

Timlo.net—Eropa telah meluluskan sebuah aturan meminta Google untuk dipecah, karena para politisi kuatir bahwa perusahaan-perusahaan besar seperti Google bisa menyalahgunakan posisi mereka. Dalam voting kemarin (27/11) di Parlemen Eropa mengenai bagaimana fungsionalitas pencarian seharusnya lepas dari layanan-layanan komersial, dalam rangka untuk mengurangi potensi penyalahgunaan akses informasi. Walaupun Google tidak disebutkan secara spesifik, tapi mesin pencari raksasa itu berada di posisi teratas daftar yang dimiliki Parlemen Eropa karena bertanggung jawab terhadap 90 persen dari seluruh hasil pencarian di Eropa.

Berita mengenai voting ini muncul minggu lalu, menyatakan bahwa Members of the European Parliament (MEPs) menjadi gelisah dengan pertumbuhan pesat Google. Para menteri di Eropa menekankan perlunya mencegah perusahaan-perusahaan online menyalahgunakan posisi dominan mereka dengan memaksa aturan kompetisi untuk Uni Eropa dan memisahkan layanan-layanan mesin pencari dari layanan komersial lainnya yang mereka miliki.

Dari 384 anggota MEPs, 174 menyatakan setuju sementara 56 abstain. Walaupun banyak anggota parlemen setuju, hal ini bukan berarti Google akan langsung dipecah. Resolusi ini bersifat non-legislatif, berarti bahwa voting lebih bersifat sebagai anjuran dan panduan untuk para pembuat kebijakan hukum dan anggotanya. MEPs berharap bahwa Komisi Eropa akan mencegah penyalahgunaan dalam pemasaran layanan-layanan yang dimiliki oleh mesin-mesin pencari dan juga mempertimbangkan untuk memisahkan layanan mesin pencari dengan layanan komersial yang mereka miliki.

“Proses indeks, evaluasi, presentasi dan ranking yang dilakukan mesin-mesin pencari harus tidak bias dan transparan,” simpul MEPs.

Walaupun hasil voting ini akan berlaku untuk semua mesin pencari yang beroperasi di Eropa, Google tentunya akan terkena aturan ini juga. Rangkain kedua dari resolusi ini juga terkait dengan netralitas internet di Eropa.

Sumber: Slahgear.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge