0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkab Desak Pemerintah Pusat Data Ulang Penerima PSKS

(Ilustrasi) Warga menerima pencairan dana PSKS (dol.timlo.net/tarmuji)

Karanganyar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar meminta agar pemerintah pusat mendata ulang warga miskin penerima Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) 2015. Pasalnya, data digunakan merupakan data 2011, dikhawatirkan terjadi distribusi tak tepat sasaran terkait uang kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

“Pada penyaluran dana tahun ini kan penerimanya sama dengan program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang berbasis pada pendataan 2011 lalu. Kalau sudah lewat tiga tahun seperti sekarang, saya yakin ada perubahan yang belum ter-update soal data penerima dana tersebut,” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono kepada wartawan, Kamis (27/11).

Berdasarkan temuan semenjak penyaluran dana dilakukan per 25 November 2014 lalu, sejumlah masyarakat miskin mengeluh lantaran tak mendapat dana subsidi itu. Seperti terjadi di Desa Sumberejo, Kecamatan Kerjo, sekira 75 keluarga miskin di kawasan itu luput dari penerimaan dana bantuan. Permasalahan ini tak mungkin terjadi andai ada pembaruan data serta verifikasi dari instansi daerah setempat terkait calon penerima bantuan dana.

“Kami siap untuk menyediakan data lebih konkret dari hasil verifikasi Tenaga Sosial Kecamatan. Setidaknya untuk persiapan distribusi PSKS pada 2015 mendatang, saya harapkan pemerintah pusat ikut melibatkan pemerintah daerah untuk melakukan update pendataan supaya penerima bantuan benar-benar tepat sasaran,” sebut Juliyatmono.

Dengan adanya verifikasi data baru, imbuh Juliyatmono, dapat diketahui siapa saja penerima baru dari kalangan warga miskin, termasuk penerima lama kesejahteraannya membaik, hingga migrasi kependudukan atau kematian. Di sisi lain, dirinya mengimbau bagi warga tak sesuai kriteria penerima dana PSKS dan terdata, untuk mengembalikan dana subsidi itu ke Negara agar warga benar-benar membutuhkan bantuan tak luput dari sasaran pembagian.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge