0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wawan Tahanan Berkocek Paling Tebal di Rutan

Tubagus Chaeri Wardana (Wawan), adik Ratu Atut, jadi tahanan KPK (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Setelah ditunggu sekian lama, akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap pelanggaran dilakukan oleh para tahanan mereka di dalam bui. Para tahanan baik lelaki maupun pria ternyata tetap bandel dengan melanggar aturan dengan menyelundupkan benda-benda terlarang ke dalam tahanan, salah satunya uang.

Juru Bicara KPK, Johan Budi membeberkan secara langsung akal-akalan para tahanan itu. Dia mengatakan modus penyelundupan fulus oleh tahanan dilakukan dengan berbagai cara.

“Ada di dalam buku dibolongin. Ada juga diselipin. Di dalam BAP juga ada yang diselipin uang,” kata Johan sambil memperlihatkan bukti dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/11).

Menurut Johan, temuan uang itu adalah hasil inspeksi mendadak (Sidak) beberapa waktu lalu. Sidak itu digelar di dua lokasi rutan, yakni Rutan Cipinang Kelas I Cabang KPK dan Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya, Guntur.

“Di rutan C1 (KPK) pria Anas Urbaningrum di tahanan ini Sidak 15 November ada uang Rp 900 ribu, Gulat Manurung Rp 902.400, Mamak Jamaksari Rp 106 ribu, Teddy Renyut Rp 400 ribu,” ujar Johan.

Sementara di ruang tahanan wanita rutan KPK ditemukan beberapa tahanan menyimpan uang tunai. Antara lain Susi Tur Andayani (Rp 1,9 juta) dan Nur Latifah (Rp 100 ribu).

Temuan di Rutan Guntur, kata Johan, lebih mencengangkan lagi. Di tempat itu, adik Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardhana Chasan alias Wawan menjadi tahanan berkocek paling tebal. Entah bagaimana hal itu bisa lolos dari pengawasan petugas.

“Uang tunai di Rutan KPK Guntur ditemukan dari Tubagus Chaeri Wardhana Rp 18.205.000,” sambung Johan.

Tahanan lain juga menyimpan uang jutaan di Rutan Guntur menurut Johan adalah Heru Sulaksano (Rp 5,1 juta), Budi Mulia (Rp 3,4 juta), Ade Swara (Rp 2,4 juta), Annas Maamun (Rp 2,1 juta), Romi Herton (Rp 1,55 juta), Tafsir Nurchamid (Rp 1,3 juta), Yesaya Sombuk (Rp 1,07 juta). Sementara tiga tahanan menyimpan duit di bawah Rp 1 juta, yakni Syahrul Raja Sempurnajaya dan Andi Mallarangeng mengantongi Rp 700 ribu, seta Budi Susanto Rp 600 ribu.

“Uang tunai tanpa pemilik yang di ember Rp 25 juta. Dalam buku dzikir ada juga, Rp 3,1 juta,” ujar Johan.

Sementara itu Johan juga mengatakan ditemukan uang di bawah kasur ruang tahanan Rutan Guntur nomor enam sebesar Rp 1 juta. Dia mengatakan duit-duit itu saat ini disita KPK. [has]

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge