0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Solo Rumahku, Kota Bengawan Bebas Vandalisme

Sejumlah pelajar melakukan penghapusan aksi vandalisme di tembok (dok.timlo.net/tarmuji)

Solo – Walikota Solo Hadi Rudyatmo geram dengan semakin banyaknya vandalisme di Kota Solo. Pasalnya aksi dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab itu dipandang bisa memperburuk citra Solo lantaran memberikan kesan kumuh dan kotor. Walikota pun berkomitmen membebaskan alias membersihkan Kota Bengawan dari aksi vandalisme sebagai implementasi gerakan Solo Rumahku.

“Saya akan menggerakkan berbagai elemen masyarakat, termasuk TNI dan Polri untuk ikut membersihkan vandalisme dan corat-coret yang ada di tembok-tembok. Ini karena tindakan itu tidak mencerminkan budaya wong Solo yang berseri,” tandasnya, saat pencanangan gerakan Solo Rumahku.

Selain melakukan pembersihan terhadap vandalisme, pria berkumis tebal ini juga mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Satpol PP dan Linmas untuk ikut melakukan penegakan Perda kebersihan di Kota Solo.

“Kan sudah ada Perdanya, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2010 tentang kebersihan perkotaan. Aturan itu menegaskan masyarakat wajib menjaga kebersihan di wilayahnya. Jika ada yang melanggar, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan Perda tersebut,” terang Rudy.

Dalam pencanangan Solo Rumahku ini, walikota mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut memiliki Kota Solo dengan menjaga kebersihan guna menyambut Solo Berseri 2015 mendatang.

“Kami akan segera melakukan pembersihan terhadap segala bentuk vandalisme ini, terutama vandalisme yang ada di kawasan cagar budaya seperti di tembok keraton dan lainnya. Itu tidak hanya melanggar Perda, tetapi juga melanggar undang-undang cagar budaya. Kemungkinan nanti Desember akan segera kami sosialisasikan untuk pembersihannya,” papar Rudy.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge