0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bupati Agus Sepakat Prostitusi di Kemukus Dihentikan

Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman saat beraudiensi dengan FPI Surakarta terkait persoalan Gunung Kemukus, Kamis (27/11) (Dok. Timlo.net/Agung)

Sragen – Belasan anggota Front Pembela Islam (FPI) Surakarta mempertanyakan praktik prostitusi di obyek wisata Gunung Kemukus, Kecamatan Sumberlawang, Sragen akhir-akhir ini menjadi sorotan media. Mereka menemui Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman dan meminta agar praktik prostitusi di Gunung Kemukus diberantas. Bupati pun sepakat prostitusi dihentikan.

Dalam audiensi di Ruang Rapat Bupati, Kamis (27/11), Ketua FPI Surakarta, Choirul menyatakan, pihaknya tak mempersoalkan obyek wisata Gunug Kemukus, namun keberadaan kafé, karaoke dan ritual di Makam Pangeran Samodra kerap dijadikan praktik prostitusi. Choirul menyatakan, kedatangannya ke Sragen justru untuk memberi dukungan ke pemerintah setempat memberantas dan segera menutup kegiatan prostitusi dan karaoke di sana.

“Saya datang ke sini memberikan dukungan kepada Bupati Sragen untuk bisa menutup secara resmi kegiatan prostitusi dan karaoke di Kemukus. Wisata silakan jalan terus, tetapi praktik prostitusi, kafé dan karaoke itu harus ditutup.,” katanya.

Menanggapi pernyataan pimpinan FPI, Bupati Agus sepakat bila praktik prostitusi di Gunung Kemukus dihentikan. Namun untuk menyelesaikan persoalan di sana tak bisa dengan cara-cara represif, melainkan harus dilakukan secara bertahap. Agus justru mengajak FPI dan Ormas Islam lainnya untuk sama-sama membenahi iman masyarakat agar tak terjerumus dalam perbuatan asusila.

“Kita selesaikan secara bertahap, saya tidak setuju kita memakai cara represif,” tegasnya.

Bupati Agus menjelaskan, sebagai langkah awal, pihaknya telah melakukan sosialisasi di Gunung Kemukus dengan memasang spanduk dan penerangan, baik kepada warga setempat atau pendatang. Agus menyakini persoalan di Gunung Kemukus dapat diselesaikan dengan cara damai tanpa menimbulkan gejolak sosial. Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan forum pimpinan daerah untuk menyelesaikan masalah itu.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge