0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pertahanan Udara Indonesia Masih Kurang

Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI IB Putu Dunia (dok.timlo.net/achmad khalik)

Karanganyar — Pertahanan udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dinilai masih kurang. Dari 32 spot titik pertahanan yang harus dilengkapi peralatan sistem pertahanan radar, baru sekitar 20 titik yang dilengkapi.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI IB Putu Dunia kepada wartawan mengatakan, dengan kekurangan sistem pertahanan udara yang menggunakan teknologi radar canggih tersebut, tidak menutup kemungkinan pesawat asing dapat dengan leluasa keluar masuk memasuki kawasan udara Indonesia. Untuk menyiasati hal tersebut, kata Kasau, pihaknya bekerjasama sejumlah pihak non-militer terkait penggunaan radar untuk mendeteksi penerbangan yang tidak memiliki izin terbang dikawasan NKRI.

“Menyiasatinya dengan radar sipil atau non-militer untuk mendeteksi pesawat yang terbang di kawasan NKRI,” terang Kasau Marsekal TNI IB Putu Dunia, usai upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Prasetya Perwira (Praspa) di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Colomadu, Karanganyar, Kamis (27/11).

Disinggung terkait kapan kelengkapan sistem pertahanan radar dapat dilengkapi, Kasau mengaku hal tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah. Pihaknya memprediksi, tahun 2024 kelengkapan radar di 32 spot di kawasan udara NKRI baru akan dapat terealisasi secara menyeluruh.

“Tidak mudah untuk membangun sebuah sistem pertahanan udara dengan menggunakan radar. Harus secara bertahap. Prediksinya, tahun 2024 mendatang baru dapat dilengkapi secara menyeluruh,” pungkas Kasau.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge