0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Apakah Rokok Elektrik Non Nikotin Memang Bebas Nikotin?

rokok elektrik.
Rokok elektrik. (Dok: Timlo.net/ Anakseo.com.)

Timlo.net—Sebuah penelitian menemukan bahwa jumlah nikotin dalam cairan isi ulang rokok elektrik (electronic ciggarete atau e-cigarette) tidak selalu sesuai isinya dengan apa yang tercantum di label, khususnya label yang  mengatakan cairan isi ulang itu bebas nikotin.

Para peneliti dalam penelitian itu menguji delapan dari 32 paket isi ulang rokok elektrik yang berbeda-beda dan 20 persen di antaranya memiliki label bebas nikotin dengan kesenjangan antara 92 % kurang hingga 103 % lebih dari yang tertera di label.

Dalam tiga paket isi ulang yang diuji yang diberi label bebas nikotin, masih terdapat nikotin dalam jumlah tertentu, lapor Skyler Reinhardt dan Macjej Goniewicz PhD, PharmD, dari Roswell Park Cancer Institute di Buffalo, New York, Amerika Serikat (AS) dalam pertemuan Research on Nicotine and Tobacco di Seattle, AS.

Dua produk isi ulang yang diklaim bebas nikotin mengandung zat addiktif itu sebanyak 0,9 mg/ml, sementara sepertiga yang diuji mengandung 0,8 mg/ ml nikotin. Sementara produk isi ulang yang memiliki diklaim mengandung nikotin, memiliki kandungan zat itu mulai dari 5 hingga 36 mg/ml.

“Rokok elektrik memiliki potensi besar untuk menarik minat berbagai jenis pengguna,” kata para peneliti dalam presentasi. “Masyarakat non perokok yang mencoba rokok elektrik, bahkan yang diklaim bebas nikotin, mungkin bisa mengalami kecanduan karena kesalahan dalam produksi,” tambah mereka.

Untuk para perokok, alat vaporizer yang ditenagai baterai itu dianggap sebagai alat yang lebih aman untuk menikmati nikotin daripada menggunakan tembakau dan dianggap mampu menolong mereka berhenti merokok.

Tapi penelitian ini menunjukkan bahwa para pengguna yang mencoba berhenti merokok dengan beralih ke rokok elektrik, bisa jadi mereka justru menghirup lebih banyak nikotin daripada yang tertera di label dan justru membuat niat baik mereka sia-sia.

Penelitian ini menguji sebuah sampel acak dari 32 paket isi ulang rokok elektrik dari 16 brand yang dibeli secara online dari para vendor di AS yang diuji dengan gas chromatography untuk melihat kandungan nikotinnya. Penemuan mereka, menurut para peneliti seharusnya bisa menjadi acuan bagi FDA (BPOM AS).

“Ilmu pengetahuan bisa memberikan informasi kepada organisasi kebijakan kesehatan karena mereka menentukan regulasi rokok elektrik, yang bisa dan seharusnya meliputi standar dalam memberikan label yang lebih akurat,” kata Andrew Hyland, PhD yang juga berasal dari Roswell Park, dalam sebuah pernyataan.

Di AS, hal-hal terkait rokok elektrik termasuk label belum diatur oleh FDA. Aturan-aturan yang ditawarkan oleh badan itu masih berada di kantor Office of Budget and Management, menunggu untuk dirilis kepada publik.

Di AS, penggunaan rokok elektrik oleh anak-anak muda menjadi sumber kekuatiran terutama karena bentuknya yang menarik bagi anak-anak. Apalagi rasa yang ditawarkan pun bermacam-macam mulai dari Gummy Bear, Root Beer dan Caramel Kona Milkshake.

Para peneliti menekankan walaupun kebanyakan paket isi ulang rokok ini cukup akurat dalam mencantumkan kandungan cairan dalam label, level zat yang ada dalam kandungan isi ulang cukup tinggi untuk secara fatal membahayakan anak-anak.

Mereka merekomendasikan bahwa sebuah penelitian yang lebih luas terhadap lebih banyak paket isi ulang dari berbagai brand perlu dilakukan di masa depan.

Sumber: MedPageToday.com.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge