0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

IMD: Walikota Pekanbaru Tidak Menghargai Presiden Jokowi

Presiden Jokowi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Pejabat daerah di Riau dinilai tidak ‘welcome’ saat Presiden Jokowi berkunjung ke wilayah setempat, kemarin. Diduga perbedaan latar belakang parpol menjadi penyebabnya.

Saat Jokowi berkunjung, tidak banyak reklame ucapan selamat datang kepada orang nomor satu di Indonesia itu. Sambutan buat Jokowi juga bisa dibilang minim.

Kondisi itu berbeda bila dibandingkan dengan kedatangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika menjabat presiden dulu. Tapi bisa dimaklumi, mengingat banyak kepala daerah di Riau, terutama wali kota Pekanbaru, bukan berasal dari partai koalisi yang mengusung Jokowi jadi presiden.

Di sekitar Jalan Sudirman Pekanbaru, Kamis (27/11), hanya segelintir yang menyambut Jokowi. Itupun, kebanyakan dari para relawan Jokowi saat pemilihan presiden lalu, yakni dari Pengurus ProJo (Pro Jokowi) Riau.

Kondisi itu berbeda ketika SBY datang ke Pekanbaru saat menjabat presiden. Biasanya, saat SBY datang Kota Pekanbaru dipenuhi spanduk bahkan reklame mahal berisi ucapan selamat datang. Banyak juga kepala daerah di Riau memajang fotonya dalam iklan reklame itu. Misalnya Walikota Pekanbaru, Firdaus MT.

Firdaus memang dikenal sebagai politisi Partai Demokrat. Selain itu, ketika SBY datang ke Riau, di sepanjang jalan yang dilintasinya usai turun dari Bandara Pekanbaru, biasanya para siswa sekolah sudah disiagakan menyambut dan menyapa SBY yang berada di dalam mobil.

Namun perlakuan berbeda diberikan ketika Presiden Jokowi yang berkunjung. Tidak ada pengerahan massa menyambutnya. Hanya warga sendiri yang antusias menyambut kedatangan Jokowi.

Ribuan warga berdiri tegak di sepanjang jalan menanti kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu.

“Kami tahu Pak Jokowi mau datang dari koran mas, dari berita,” ujar Wati, warga Marpoyan.

Bahkan, tidak sedikit ibu-ibu yang merasa senang saat Jokowi menyempatkan diri turun dari mobilnya dan bersalaman dengan warga yang berdiri di pinggir Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

“Belum pernah presiden seperti ini, gubernur saja tidak bisa dipeluk, pokoknya kami senang lah bisa peluk Pak Jokowi,” ujar Ida, salah seorang warga RW 05, RT 01 Kecamatan Marpoyan Damai, yang juga penjual lemang di tepi Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

Ida sempat dilarang Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat hendak memeluk Jokowi, namun akhirnya warga bebas berkeluh kesah sembari menyalami dan berulang kali memeluk orang nomor satu di Indonesia itu.

Fenomena ini, ternyata disorot oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesian Monitoring Development (IMD). Dalam pernyataannya, IMD menuding Walikota Firdaus MT sengaja melakukan hal itu. Menurut dia, Firdaus MT secara terang-terangan menunjukkan rasa tidak hormat kepada Jokowi.

“Walikota Pekanbaru Firdaus tidak menghargai Presiden RI Jokowi. Terbukti, di Kota Pekanbaru, tidak satupun ada spanduk atau ucapan selamat datang,” kata Direktur IMD Raja Adnan, Kamis (27/11).

Hal ini, menurut Adnan, sangat kontras. Sebab, dia melanjutkan, ketika SBY datang, di seluruh penjuru Kota Pekanbaru pasti terpampang ucapan selamat datang baik di spanduk dan baliho serta media massa. Tak hanya itu, Adnan juga menilai sikap Firdaus ini cukup aneh.

“Untuk kelahiran cucunya, di berbagai media terpampang ucapan selamat atas kelahiran cucunya,” katanya lagi. [mtf]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge