0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nasib Petral Ditentukan Enam Bulan ke Depan

Pertamina (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Pemerintah terus mengawasi ketat keberadaan Pertamina Energy Trading Limited (Petral) belakangan jadi sorotan publik. Pasalnya, banyak tudingan kepada Petral menyebut anak usaha Pertamina itu terus membuat negara rugi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, menyebut di bawah komando Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi, Faisal Basri, sedang menelusuri jejak kinerja Petral. Menurutnya, bila terkait fungsi dan kontrol berada di bawah kewenangan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

“Bila ini ada pemanfaatannya dilanjutkan, kalau banyak mudaratnya ya (keputusannya) diserahkan ke Pertamina,” kata Sudirman di Jakarta, Rabu (26/11).

Tim antimafia migas ini diberikan waktu enam bulan untuk memotret dan memberikan rekomendasi atas penelusurannya. Dikatakan Sudirman, tiap bulan tim bakal melaporkan hasilnya.

Sebelumnya, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno Soewandi menyatakan bakal mengkaji kembali keberadaan PT Pertamina Trading Limited atau Petral. Apalagi, perusahaan trader minyak dan gas ini dinilai merugikan negara.

“Masih belum kami lihat (untung dan ruginya), kalau saya lihat sih banyak ruginya,” ucap Rini usai menghadiri pelantikan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/11).

Rini menambahkan, dia bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Sudirman Said telah membentuk reformasi tata kelola migas. Untuk kajian terhadap Petral, keduanya menunggu penilaian dari Tim Satgas Mafia Migas dipimpin Faisal Basri.

“Tujuannya kan bagaimana kami memperbaiki sistem secara total. Oleh karena itu, kami merasa hasilnya yakin akan yang terbaik, itu yang akan kami lakukan,” tegasnya. [bim]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge