0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KPK Kebakaran Jenggot Disebut Main Mata dengan BCA

Kantor KPK (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan diam-diam memeriksa saksi dari pihak Bank Central Asia (BCA) dalam kasus dugaan korupsi persetujuan surat keberatan transaksi nonperformance loan (NPL) atau kredit macet sebesar Rp 5,7 triliun diajukan BCA, melibatkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo. Menurut informasi diperoleh, jadwal pemeriksaan perkara itu sengaja tidak dipampang demi menghindari ketidakstabilan saham BCA di pasar modal.

Ketika dikonfirmasi soal itu, Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto tidak terima. Dia menyangkal penyidik telah sengaja menyembunyikan saksi dari jadwal pemeriksaan.
“Kami juga enggak mau kayak begituan. Terus gara-gara itu kami menjual reputasi kami? Kan gila, enggak lah,” kata Bambang kepada awak media di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (25/11).

Bambang menepis tudingan penyidik sengaja menyembunyikan nama saksi dari pihak BCA. Menurut dia, soal efek perkara hukum terhadap anjloknya nilai saham adalah sebuah efek tak bisa terhindarkan.

“Itu yang saya bilang risiko perusahaan. Enggak bisa main-main lagi,” ujar Bambang.
Sementara itu, kemarin Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas, mengatakan penyidik belum memeriksa saksi terkait perkara itu. Sebab, lanjut dia, penyidik masih perlu memahami dan mendalami kasus.

“Penyidik memang perlu pemahaman dan perluasan dengan saksi-saksi lain yang kemudian mengaitkan saksi-saksi itu untuk alasan kapan menahan Hadi Poernomo pada saat yang tepat,” ujar Busyro.

Busyro juga menampik soal menyembunyikan saksi kasus BCA. Dia menyangkal penyidik sengaja main mata.

“Terlalu rendah kalau BCA dituduh seperti itu. BCA swasta, menembak KPK, apa kepentingannya,” ujar Busyro. [did]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge