0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Organda Desak Tarif Baru Segera Ditetapkan

ilustrasi (Timlo.net - Setyo)

Wonogiri – Kenaikan tarif bus antarkota dalam provinsi (AKDP) secara ugal-ugalan menuai keluhan dari sejumlah penumpang. Sementara Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC Organda) Wonogiri mengklaim hal itu terjadi lantaran pemerintah belum menetapkan tarif terbaru. Organda pun mendesak pemerintah segera menetapkan tarif baru.

“Memang benar telah terjadi kenaikan tarif angkutan umum. Tidak hanya antarkota antarprovinsi (AKAP), termasuk pula AKDP maupun angkutan perkotaan dan angkutan pedesaan,” ungkap Ketua DPC Organda Wonogiri, Edi Purwanto.

Kenaikan itu imbas dari melambungnya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Disebutkan Edi Purwanto, kenaikan angkutan perkotaan dan pedesaan telah ada ketentuannya. Dengan tercapainya kesepakatan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), kenaikan maksimal 30 persen.

Demikian pula bus AKAP telah naik sesuai regulasi pemerintah pusat. Namun, AKDP sampai saat ini belum ada ketentuannya, sedangkan kewenangan penentuan tarif berada di tingkat provinsi.

“Kalau ada ketentuan, misalnya tarif batas bawah dan atasnya berapa, pasti kami diberi tahu, atau paling tidak ada sosialisasi kepada kami,” katanya.

“Kami akan desak provinsi untuk segera menetapkan tarif agar kalangan pengusaha bus dan penumpang tidak dirugikan,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, pemilik PO Hage, Hendro, mengaku telah menaikkan tarif pascakenaikan harga BBM. Dia mengklaim, kenaikan masih dalam batas normal. Tarif jurusan Baturetno-Solo semula Rp 12 ribu, kini menjadi Rp 15 ribu.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge