0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Indonesia Krisis Listrik

(Ilustrasi) jaringan listrik PLN (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan, Indonesia masuk kategori krisis listrik. Wilayah krisis terjadi di Kalimantan dan Sumatera.

“Pertumbuhan konsumsi listriknya sangat cepat, sementara tidak bisa diimbangi dengan tambahan pasokan listrik yang cukup,” kata Sudirman di Jakarta, Rabu (26/11).

Di satu sisi, wilayah Jawa-Bali cuma memiliki cadangan listrik 25-30 persen. Sehingga, wajar jika terkadang sering mati lampu.

Pihaknya berjanji akan membangun pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW dalam lima tahun ke depan.

Dia menambahkan, sebenarnya ada cara instan untuk menanggulangi kondisi sekarat listrik. Yakni menggunakan diesel. Namun, dia pesimis lantaran harganya mahal.

“Diesel ini sangat mahal, hampir Rp 3.000 per kWh. Bandingkan dengan batu bara hanya Rp 610 per kWh, pakai gas Rp 655 per kWh,” terangnya.

Kebutuhan listrik nasional selalu meningkat tiap tahun. Sebelumnya, Sudirman menyebut, setiap tahun Indonesia butuh tambahan 7.000 Megawatt. Namun kemampuan dalam negeri hanya 2.000 Megawatt.

Dia mengakui belum ada solusi yang lahir dari pembahasan dengan Ditjen Ketenagalistrikan. Presiden maupun Wakil Presiden pun belum memberikan instruksi.

Sudirman Said menuturkan, pihaknya telah memetakan persoalan-persoalan ketenagalistrikan nasional. Ini penting dilakukan untuk mengantisipasi ancaman terjadinya krisis listrik di dalam negeri.

“Semakin nyata kalau tidak melakukan terobosan akan krisis listrik dalam 2 tahun (ke depan),” jelasnya. [noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge