0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bawa Kabur Becak Kenalan, Pemulung Ditangkap

Heri Susilo sedang menjalani pemeriksaan di kantor polisi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Ibarat pepatah jawa “ditulung malah menthung” (sudah ditolong tapi tak tahu balas budi). Itulah ungkapan yang patut disematkan kepada Heri Susilo (22) warga Gemolong, Sragen. Pria berprofesi sebagai pemulung ini nekad melarikan sebuah becak milik pasangan Wawan (26) dan Ari Srihandani (25).

Kejadian bermula saat Wawan dan Ari merasa kasihan terhadap Heri yang saat itu nampak pucat pasi lantaran belum makan seharian. Melihat kondisi tersebut, akhirnya memberi Heri makanan dan sedikit uang.

Seiring berjalannya waktu, mereka pun akhirnya menjadi akrab. Hingga akhirnya, Wawan pun mempercayai Heri untuk menjualkan sejumlah barang rongsokan yang diletakkan di sebuah becak kepunyaannya. Namun, setelah ditunggu lama, Heri tidak kunjung kembali untuk menyerahkan uang hasil penjualan barang rongsokan dan menghilang bersama dengan becak milik Wawan.

“Kejadiannya sekitar bulan Juli lalu. Heri saya percaya untuk menjualkan barang rosok yang saya letakkan di atas becak. Namun, ia menghilang bersama dengan uang hasil penjualan barang rosok dan becak kepunyaan saya,” terang Wawan, saat ditemui di Mapolresta Solo, Rabu (26/11) siang.

Usai kejadian empat bulan lalu tersebut, secara tak sengaja Wawan bertemu dengan Heri di kawasan Manahan, Solo. Waktu itu, Heri sedang mengumpulkan barang bekas. Melihat Wawan, Heri pun langsung kabur dan bersembunyi di belakang sekolah internasional di kawasan Manahan. Beruntung, dua orang satuan pengamanan (Satpam) yang bertugas di sekolah tersebut mengetahui hal itu. Hingga akhirnya mengamankan Heri dan menggelandangnya ke Polresta Solo untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Tadi saya sempat mengejar Heri. Tapi, kehilangan jejaknya. Ternyata telah ditangkap Pak Satpam. Bersama Pak Satpam, Heri saya gelandang ke Polresta Solo untuk menyelesaikan masalah ini,” terang Wawan.

Di hadapan polisi, Heri mengaku bahwa becak bersama barang-barang rongsokan yang dia bawa milik Wawan ditabrak kereta api di kawasan Gilingan Solo. Namun, polisi tak lantas percaya dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut.

“Becaknya ditabrak kereta api saat melintas di Gilingan, Banjarsari,” terang Heri sambil menangis menyesali perbuatannya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge