0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Freeport Bergolak?

PT Freeport. REUTERS/Muhammad Yamin (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Manajemen PT Freeport Indonesia terkesan menutupi insiden unjuk rasa oleh karyawan mereka. Jurnalis juga tidak diperbolehkan meliput unjuk rasa dengan alasan persoalan teknis.

“Kita belum bisa naik ke atas (lokasi tambang Grasberg di Tembagapura) karena situasi belum kondusif,” kata salah seorang sumber, seperti dikutip merdeka.com, Rabu (26/11).

Dia mengatakan pihak manajemen beralasan sejauh ini tidak ada petugas penanggung jawab untuk mengantar wartawan berkeliling lokasi tambang.

Sementara, para pengunjuk rasa sebetulnya sudah bekerja seperti biasa setelah berorasi. Demonstrasi hari ini berakhir pukul 11.00 WIT.

Demonstrasi itu sendiri telah dilakukan dalam dua hari terakhir. Sebelumnya, ketegangan antara para pekerja lokal berasal dari tujuh suku di Timika, Papua, dengan pengelola PT Freeport Indonesia memasuki hari keempat.

Saat ini, pekerja tidak hanya memblokade akses menuju tambang terbuka Grasberg, tetapi juga akses menuju pelabuhan milik perusahaan berinduk di Amerika Serikat itu.
“Suasana masih tegang. Tak ada orang bertanggung jawab (in-charge) di lokasi tambang,” kata seorang sumber.

Berdasarkan informasi, sebanyak 800 personel brimob sudah diturunkan mengamankan lokasi tambang sejak semalam. Situasi memanas ini berdampak pada pembatalan kunjungan ke lokasi tambang oleh pejabat Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian ESDM, dan Kedutaan Besar Kanada di Indonesia sedianya dilakukan pekan ini.

Sekedar informasi, pekerja lokal menuntut perlakuan adil. Mereka cemburu lantaran sejumlah karyawan Freeport tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) lolos dari sanksi setelah mengancam bakal mogok kerja.

Pekerja lokal menuntut pengelola mencabut kesepakatan dengan SPSI. Salah satunya soal pembentukan dewan arbitrase, berfungsi menyelesaikan setiap perselisihan antara serikat pekerja dan pengelola Freeport.

Dewan tersebut terdiri dari tiga orang, masing-masing mewakili serikat pekerja, pengelola, dan independen. [bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge