0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kopi Bantu Atasi Kecanduan Kokain?

Kopi. (Dok: Timlo.net/ Flickr.)

Timlo.net—Sebuah penelitian baru mengungkap bahwa kopi bisa meringankan gejala-gejala kecanduan kokain. Kafein bisa memblok perubahan-perubahan pada otak yang dihubungkan dengan penggunaan kokain, demikian kata para peneliti.

Mereka berkata bahwa penemuan ini khususnya berguna untuk para wanita, yang lebih rentan terhadap kecanduan kokain daripada pria. Mereka menemukan bahwa kokain mengubah siklus menstruasi, dan mengubah level estrogen yaitu hormon seks wanita.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa saat level estrogen tinggi, wanita lebih rentan terpengaruh kokain.

Para wanita sudah lama dikenal lebih sensitif terhadap efek-efek obat secara umum, dan menunjukkan reaksi terhadap obat-obatan sekalipun dikonsumsi dalam dosis yang lebih rendah daripada pria.

Hal ini membuat wanita lebih rentan terhadap penyalahgunaan kokain dan kecanduan dibandingkan pria. Tapi para peneliti menemukan bahwa kafein memblok perubahan-perubahan ini, mengembalikan siklus menstruasi dan meringankan gejala kecanduan.

Para peneliti dari Kota New York ini berkata: “Kokain menyebabkan perubahan-perubahan yang sepertinya acak pada siklus estrus-yaitu nama yang diberikan untuk siklus menstrual pada binatang. Hal ini tidak terlihat setelah pemberian kafein. Lebih lanjut, kombinasi antara kokain dan kafein tidak mengubah siklus estrus. Perubahan-perubahan yang disebabkan kokain diblok oleh kafein.”

Profesor Patricia Broderick, kepala editor Journal of Caffeine Research dan pemimpin dalam penelitian ini berkata: “Hal ini adalah sebuah karya yang canggih yang belum pernah ditunjukkan sebelumnya. Hal ini adalah pengetahuan penting yang relevan terhadap kesehatan reproduksi wanita.”

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menguji cairan alat kelamin tikus betina untuk menentukan tahap dari siklus estrus mereka. Cairan dari diambil segera sebelum dan sesudah tikus betina mengkonsumsi kokain, kafein atau keduanya secara bersamaan.

Kokain menyebabkan perubahan-perubahan acak pada siklus estrus. Tapi efek ini tidak terlihat setelah tikus diberikan kafein 30 menit setelah mengkonsumsi kokain. Lebih lanjut, kombinasi antara kokain dan kafein tidak mengubah siklus estrus tikus.

Mereka menyimpulkan kafein memblok perubahan-perubahan pada otak yang disebabkan oleh kokain. Hal ini memperkuat penelitian sebelumnya, di mana kafein diketahui bisa menolong menangani kasus kecanduan kokain.

Kokain merangsang produksi hormon kebahagiaan dopamine di dalam otak, yang menciptakan sebuah rasa euforia dan bisa menyebabkan kecanduan. Tapi kafein mempengaruhi sistem adenosine, yang terlibat dalam pengaturan tidur dan bangun, dengan cara merangsang penerima-penerima adenosine. Adenosine mengatur tingkat dopamine dalam otak, mengurangi gejala-gejala kecanduan.

Sumber: Daily Mail.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge