0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indonesia Ditawari Kereta Super Cepat Buatan China

Kereta super cepat (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengaku ditawari investor dari China terkait pembangunan kereta super cepat di Indonesia.

“Mereka mau jualan saja. Menjelaskan produknya. Saya mendengarkan saja, tapi itu masih jauh. Enggak ada apa-apa,” ucap Sofyan, kemarin.

Sofyan enggan berkomentar lebih jauh mengenai investasi kereta super cepat made in China di Indonesia.

“Enggaklah, belum. Ini cerita panjang,” tegasnya.

Mantan menteri BUMN era SBY ini mengakui produk buatan China bagus ketika dipresentasikan. Namun dia masih enggan berkomentar soal tindak lanjut tawaran dari China.

“Itu produknya sudah ada, bagus. Namanya jualan kita dengarkan saja. Belum (follow up), rel baru saja belum mulai,” tutupnya singkat.

Sebelumnya, Indonesia punya mimpi memiliki kereta cepat untuk rute Jakarta-Surabaya melintasi Bandung.

Dari analisis tenaga ahli Jepang, kereta cepat bisa dibangun di Pulau Jawa karena tingginya peminat. Hasil analisis ini pun telah disampaikan ke pemerintah.

Tahap pertama, kereta cepat akan dibangun dari Jakarta ke Bandung. Jalur ini disebut paling banyak peminatnya maka akan ramai.

Pembangunan jalur kereta dengan kecepatan hingga 300 km/jam ini selanjutnya akan dilanjutkan sampai ke Surabaya. Pembangunan tahap dua bisa dilanjutkan oleh BUMN atau swasta.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan “mengharamkan” penggunaan uang negara untuk proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya inisiatif pemerintahan lalu. Jika megaproyek yang ditaksir menghabiskan investasi Rp 200 triliun-Rp 300 triliun ingin diwujudkan, sumber pembiayaan harus sepenuhnya berasal dari swasta.

“Kalau pakai APBN saya pikir tidak boleh. Perintahnya tidak ke situ. Kalau mau, pakai uang private, sektor swasta. Non APBN lah,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge