0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PGRI Tuntut Gaji UMK untuk Guru nonPNS

(Ilustrasi) Para siswa SD melakukan sungkeman terhadap guru menjelang ujian (dok.timlo.net/agung)

Solo – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Solo menuntut perbaikan kesejahteraan, khususnya bagi guru non-Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal itu disampaikan ketua PGRI setempat, Sugiaryo, di sela kegiatan Upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-69 tahun di Lapangan Kota Barat Solo.

“Upaya saya kemarin sudah melayangkan surat kepada walikota dan tembusan kepada ketua DPRD pada instansi terkait persoalan kesejahteraan guru non-PNS, guru GTT wiyata bhakti, PTT, tenaga di pendidikan harus dipikirkan. Kesejahteraan mereka belum seimbang perlu diperhatikan Pemkot (pemerintah kota),” bebernya kepada awak media, Selasa (25/11).

Menurut Sugiaryo, kesejahteraan guru khususnya non-PNS dinilai masih jauh dari harapan. Ia mencontohkan gaji guru tidak tetap (GTT), guru wiyata bhakti maupun guru swasta hanya mendapat upah antara Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu.

“Padahal beban kerja guru honorer dan guru PNS kan sama. Banyak terlahir tenaga terampil maupun tenaga ahli lainnya dari mereka, namun kenyataannya gaji guru masih di bawah upah minimum kota (UMK),” ungkap dia.

Sugiaryo mengatakan dalam rangka mewujudkan revolusi mental program Presiden Joko Widodo, tenaga pendidik perlu diperbaiki. Sebab guru mengajarkan kepada anak didik. Oleh sebab itu, pihaknya telah mengirim surat kepada Pemkot Solo untuk memerhatikan kesejahteraan guru.

“Paling tidak gaji guru non-PNS ini mendekati UMK atau setingkat UMK. Upaya saya kemarin sudah melayangkan surat kepada walikota dan tembusan kepada ketua DPRD pada instansi terkait persoalan kesejahteraan guru non-PNS, guru GTT, wiyata bhakti, PTT, tenaga di pendidikan harus dipikirkan. Kesejahteraan mereka belum seimbang perlu diperhatikan Pemkot,” pungkas dia.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge