0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anggaran Minim, Tahapan Pilkada Terancam Hilang

Penghitungan suara saat Pilkada (Dok.Timlo.net/ Nanang Rahadian)

Solo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo memastikan nantinya ada tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) hilang jika anggaran Pilkada Solo tetap hanya Rp 7 miliar. Pasalnya, anggaran itu jelas tak mencukupi.

“Saya pikir akan ada tahapan yang kemungkinan hilang dengan anggaran hanya Rp 7 miliar. Misalnya, tahapan pemungutan dan penghitungan suara akan hilang lantaran anggarannya tidak cukup,” kata Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo kepada wartawan, Selasa (25/11).

Kalaupun tahapan Pilkada bisa sampai ke pemungutan dan penghitungan suara, Agus khawatir, potensi kericuhan bisa terjadi. Hal itu akibat honor penyelenggara Pilkada belum terbayar lantaran tidak tersedianya anggaran.

Dia menambahkan, KPU sudah tidak bisa lagi melakukan penghematan dengan anggaran Rp 7 miliar. Beberapa penghematan dilakukan misalnya dengan perampingan tempat pemungutan suara (TPS). Namun dengan perampingan itu, jumlah anggaran diperlukan minimal Rp 9,5 miliar.

“Jadi Rp 9,5 miliar itu sudah dengan perampingan TPS,” tegasnya.

Lebih jauh, Agus mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mendapat pemberitahuan secara resmi besaran anggaran Pilkada. Dirinya hanya mendapat informasi lisan anggaran Pilkada sebesar Rp 7 miliar.

“Secara tertulis kami belum terima. Infonya Rp 7 miliar, tapi kami masih yakin Pemkot (pemerintah kota) akan mencukupi. Ini kan bukan kepentingan KPU. Ini kepentingan masyarakat Solo,” jelas dia.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge