0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Soal Kenaikan Harga BBM, Mantan Menteri SBY Ikut Kritik Jokowi

Presiden Jokowi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Presiden Joko Widodo dinilai terlalu mudah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Bahkan, salah satu mantan menteri era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Chatib Basri, menyebut Jokowi lebih mudah menaikkan harga BBM subsidi daripada main Playstation.

“Sebelum pemerintahan SBY turun, BBM memang harus naik tahun ini. Siapapun Presidennya apakah masih di era SBY atau Jokowi,” ucap Chatib di Pasific Place, Jakarta, Selasa (25/11).

Chatib menyebut, kenaikan harga BBM bersubsidi sudah diatur dan dibuat fleksibel karena tak perlu lagi meminta izin ke DPR. Selain itu, dalam Undang-undang (UU) APBN-P 2014 apabila terjadi defisit, maka pemerintah boleh menggunakan SAL (Saldo Anggaran Lebih) dan menerbitkan surat utang.

“Kenaikan harga BBM nggak perlu persetujuan DPR, lalu kita juga sudah mengalokasikan dana kompensasi di APBN-P 2014 sebesar Rp 5 triliun dan Rp 5 triliun di 2015. Jadi nggak perlu ke DPR lagi. Jadi di pemerintahan Jokowi lebih fleksibel, bahkan kenaikan harga BBM lebih mudah daripada main PlayStation,” tegasnya.

Pemangkasan subsidi BBM, menurut Chatib, layak dilakukan karena alokasi anggaran yang tidak tepat sasaran. Penikmat BBM subsidi adalah kalangan menengah ke atas.

“Kalau mau support yang miskin, beri anggaran dalam bentuk yang tepat seperti cash transfer. Jadi yang dilakukan pemerintah sudah betul, ngapain uang di bakar,” tutupnya. [noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge