0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Avtur Mahal, Maskapai Penerbangan Menjerit

Avtur Mahal, Maskapai Penerbangan Menjerit (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Pengusaha industri penerbangan mengeluhkan mahalnya harga avtur di Indonesia. Bahkan perbedaan harga mencapai 12 persen dibandingkan negara lain.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro tak menampik mahalnya harga avtur menjadi masalah berat maskapai penerbangan di dalam negeri. Diakuinya juga, masalah harga avtur salah satu dari beberapa masalah yang menghambat industri penerbangan.

“Penerbangan sekarang lagi berat, ada masalah di perpajakan, avtur, dan biaya lain lain. Makanya saya undang Menko Perekonomian, Kemenhub dan Pertamina, kita mau jaga supaya industri tidak kolaps,” ucap Bambang di Kantornya, Selasa (25/11).

Tingginya harga avtur di Indonesia menurut Bambang karena pengolahan bahan bakar di kilang jauh lebih mahal dibandingkan impor. Ini akan dicarikan solusinya dalam seminggu.

Di tempat yang sama, Ketua INACA Arief Wibowo mengatakan setidaknya ada 3 hal yang memberatkan industri penerbangan selama ini. Pertama pajak bea masuk impor komponen pesawat. Kedua, perpajakan leasing pesawat. Tiga, tingginya harga avtur.

“Negara sebelah tidak ada yang diterapkan khususnya industri pesawat, pesawat dan spare part tidak kena pajak terkait importasi,” tegasnya.

Arief berharap, pemerintah bisa segera mencarikan jalan keluar agar industri penerbangan Indonesia bisa se-level dengan industri penerbangan luar negeri.

“Bahwasanya pemerintah mendukung dan menjanjikan sama dengan negara lain. Seminggu lagi kita bahas. Yakin pemerintahan bisa diturunkan. Di luar negeri harga avtur sekarang 87 sen per liter kita masih 97 sen. Papua bisa 100. Itu hitung kalikan Rp 12.000 sekarang,” tutupnya.[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge